Total Pageviews

Sunday, May 6, 2012

AKHLAK TERHADAP SESAMA MANUSIA


Begitu buaaaaaaaaaaanyak

rincian yang dikemukakan Al-Quran berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia.
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang disertai dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima)
(QS Al-Baqarah [2]: 263).


Di sisi lain Al-Quran menekankan bahwa setiap orang hendaknya didudukkan secara wajar. Nabi Muhammad SAW –misalnya– dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya (QS An-Nur [24]: 27). Salam yang diucapkan itu wajib dijawab dengan salam yang serupa, bahkan juga dianjurkan agar dijawab dengan salam yang lebih baik (QS An-Nisa’ [4]: 86). Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia (QS Al-Baqarah [2]: 83).
Bahkan lebih tepat jika kita berbicara sesuai dengan keadaan dan kedudukan mitra bicara, serta harus berisi perkataan yang benar,
“Dan katakanlah perkataan yang benar” (QS Al-Ahzab [33]: 70).
Tidak wajar seseorang mengucilkan seseorang atau kelompok lain, tidak wajar pula berprasangka buruk tanpa alasan, atau menceritakan keburukan seseorang, dan menyapa atau memanggilnya dengan sebutan buruk
(baca Al-Hujurat [49]: 11-12).

Yang melakukan kesalahan hendaknya dimaafkan. Pemaafan ini hendaknya disertai dengan kesadaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula melakukan kesalahan. Karena itu, ketika Misthah –seorang yang selalu dibantu oleh Abu Bakar r.a.– menyebarkan berita palsu tentang Aisyah, putrinya, Abu Bakar dan banyak orang lain bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah. Tetapi Al-Quran turun menyatakan:
Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabat(-nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah dijalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan, serta berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS An-Nur [24]: 22).
Sebagian dari ciri orang bertakwa dijelaskan dalam Quran surat Ali Imran (3): 134, yaitu: Maksudnya mereka mampu menahan amarahnya, dan memaafkan, (bahkan) berbuat baik (terhadap mereka yang pernah melakukan kesalahan terhadapnya), sesungguhnya Allah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan.
Dalam Al-Quran ditemukan anjuran, “Anda hendaknya mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan Anda sendiri.”
“Mereka mengutamakan orang lain daripada diri mereka sendiri, walaupun mereka amat membutuhkan”
(QS Al-Hasyr [59]: 9).

Jika ada orang yang digelari gentleman –yakni yang memiliki harga diri, berucap benar, dan bersikap lemah lembut (terutama kepada wanita)– seorang Muslim yang mengikuti petunjuk-petunjuk akhlak Al-Quran tidak hanya pantas bergelar demikian, melainkan lebih dari itu, dan orang demikian dalam bahasa Al-Quran disebut al-muhsin.

No comments: