Total Pageviews

Sunday, March 25, 2012

MAKALAH Peran Pendidikan dan Dakwah dalam Mengatasi Berbagai Masalah di Era Global


Mengkaji tentang Peran Pendidikan dan Dakwah dalam Mengatasi Berbagai Masalah di Era Global merupakan hal yang menarik dan perlu dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut.

Pertamabahwa antara pendidikan dan dakwah memiliki hubungan fungsional yang amat erat, karena kedua-duanya memiliki sasaran yang sama, yaitu manusia sebagai ciptaan Tuhan yang bukan hanya memiliki tubuh, pancaindera dan kelengkapan fisik lainnya, melainkan juga makhluk yang memiliki potensi intelektual, agama, bakat, minat dan lain sebagainya. Pembinaan seluruh aspek kehidupan manusia tersebut amat penting dalam rangka menghasikan manusia yang utuh dan seimbang antara kebutuhan jasmaniah dan rohaniah, material dan spiritual, dunia dan akhirat, individual dan sosial, kecerdasan emosional dan intelektual, dan seterusnya. Dengan cara demikian, manusia tersebut dapat menolong dirinya sendiri, masyarakat, serta berguna bagi bangsa dan negaranya. Melalui pendidikan dalam arti yang seluas-iuasnyaiah itulah kita dapat menolong umat manusia dari berbagai keterbelakangannya.
Keduabahwa dunia pendidikan dan dakwah saat ini semakin menghadapi tantangan yang amat berat. Tantangan ini antara lain munculsebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Harus diakui bahwa Ilmu pengetahuan dan teknologi modern itu telahmemberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi modern berbagai masalah kehidupan khususnya dalam bidang material dapat dicapai dengan mudah. Berbagai kebutuhan hidup manusia mulai dari sarana komunikasi, transportasi, peralatan kerja dan berproduksi, sampai dengan peralatan kehidupan rumah tangga sehari-hari hampir seluruhnya menggunakan produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Mulai dari listrik, telepon, alat memasak, alat merapikan pakaian (seterikaan), taman dan sebagainya mempergunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun bersamaan dengan itu, ilmu pengetahuan dan teknologi modern juga dapat menimbulkan dampak yang negative. Ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang disalah-gunakan dapat membahayakan kehidupan manusia, seperti penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merusak hutan, mencemari lingkungan, berperang, menjajah, serta menyampaikan berbagai informasi tentang paham kehidupan yang materialistik yang mengutamakan kehidupan kebendaan, hedonistik yang mementingkan hawa nafsu, individualistik yang mementingkan diri sendiri dan seterusnya. Pendidikan dan dakwah ditantang agar mampu menyelamatkan kehidupan manusia dari berbagai pengaruh penyalah-gunaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Pendidikan dan dakwah harus mengharmoniskan dan menyeimbangkan kehidupan manusia agar memiliki keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupankeduniaan. Agama yang disampaikan melalui pendidikan dan dakwah akan memberikan pandangan tentang dasar-dasar hidup yang baik, nilai-nilai luhur serta tujuan hidup manusia yakni beribadah dalam arti yang seluas-luasnya, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membantu manusia untuk mempercepat manusia sampai pada tujuan hidup tersebut. Dalam kaitan ini al-Qur'an mengajarkan hidup yang seimbang antara penguatan dalam bidang iman dan takwa serta penguatan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagaimana terdapat pada ayat yang berbunyi:
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi Ilmu Pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah [58]:11).
Ketigapendidikan dan dakwah merupakan sarana yang palingstrategis untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Dengan dakwah dan pendidikan, sumber daya dan potensi yang dimiliki manusia dapat dibina dan diberdayakan secara optimal, dan selanjutnya dipergunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas dalam berbagai
“Barangsiapa yang menghendaki kesuksesan di dunia, maka harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kesuksesan di akhirat harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kesuksesan keduanya, maka harus dengan ilmu. (H.R. Muslim).
Keempatharus diakui bahwa mutu pendidikan bangsa kita masih jauh tertinggal dibandingkan dengan mutu pendidikan yang dimiliki bangsa lain. Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka lulusan Pendidikan tinggi belum diakui oleh pihak luar negeri. Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka kesempatan dan akses lulusan kita menjadi terbatas ruang geraknya. Mereka tidak mampu bersaing dengan lulusan pendidikan bangsa lain yang bermutu. Kemampuan dalam bidang bahasa, keterampilan, dan etos kerja bangsa kita masih amat rendah. Akibatnya bangsa kita menjadi budak di negeri sendiri, dan bahkan juga di luar negeri. Berdasarkan data dan informasi, pada setiap hari kita membaca berita tentang adanya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang disiksa oleh majikannya, serta mendapatkan berbagai perilaku yang tidak manusiawi lainnya. Keadaan ini terjadi antara lain karena bangsa belum memiliki pendidikan yang bermutu dan memadai. Menghadapi keadaan yang demikian itu, maka kita tidak membebankan hanya kepada Pemerintah. Di dalam Undang-uindang Nomor 20 Tahun 2003dinyatakan bahwa pendidikan adalah merupakan tanggung jawabPemerintah, Keluarga dan Pemerintah. Menyadari akan tanggung jawab ini, maka secara moral, kita bertanggung jawab untuk memajukan pendidikan. Dalam hubungan ini perlu adanya kerjasama yang harmonis antara berbagai pihak untuk memajukan pendidikan pada khususnya, bangsa dan negara pada umumnya, yaitu kerja sama antara kaum yang memiliki konsep yakni ilmuwan/ulama, kaum yang berharta (the have), penguasa/pemerintah dan masyarakat
“Bahwa dunia ini akan kokoh dengan empat perkara. Pertama, dengan ilmunya para ulama. Kedua dengan kedermawanan para aghniya (prang yang mampu). Ketiga, dengan keadilan para penguasa, serta keempat, dengan dukungan masyarakat”. (HR. Muslim).
Kelimabahwa di kalangan masyarakat masih belum ada kesatuan visi dalam memandang pendidikan dan dakwah. Pendidikan dan dakwah bukanlah kegiatan yang semata-mata mengajarkan ilmu agama atau ilmu umum. Pendidikan dan dakwah pada hakikatnya membentuk kepribadian dan perilaku, merubah watak dan kebiasaan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Pendidikan berupaya mempengaruhi pandangan orang agar berubah ke arah tujuan yang direncanakan. Selain itu pendidikan juga diarahkan guna menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi kehidupan sekarang dan yang akan datang. Sedangkan pengajaran adalah upaya mengisi otak anak denganpengetahuan atau mengisi raga dan pancainderanya dengan berbagai keterangan. membentuk watak dan kepribadian. Untuk itu pengajaran lebih merupakan alat, sedangkan pendidikan adalah tujuan.
Keenampendidikan dan dakwah yang kita laksanakan hingga saat ini perlu benar-benar didasarkan pada ajaran Islam yang memiliki visirahmatan lil alamin, sehingga kehadiran Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat, bukan hanya dapat dirasakan oleh ummat Islam sendiri, melainkan oleh ummat lainnya. Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain(khairunnaas anfa'uhum linnas).
Hal ini sejalan dengan kata Islam yang memiliki segenap pengertian yang baik. Islam dapat berarti harmony (rukun), peace (damai/ tolerance(saling menghargai), democratic (musyawarah), egaliter (merasa sederajat dengan yang lain), relationship (silaturahmi), dignity (saling menghormati/recognize to human right (mengakui hak-hak asasi manusia), solidarity(saling membantu), humanity (saling menghargai manusia), kindship(memiliki hubungan yang baik, wisdom (bijaksana), truts (dapat dipercayra), justice (adil), dan seterusnya. Islam dalam pengertian yang demikian itulah yang pernah diperlihatkan oleh Nabi Muhammad SAW beserta parasahabatnya, serta dilanjutkan pada periode-periode selanjutnya.
Ketujuhdewasa ini umat Islam seringkali dipojokan oleh dunia dengan memberikan berbagai predikat yang buruk kepadanya. Umat Islam sering dianggap sebagai agent of terrorist yang meresahkan dunia, umat Islam digambarkan sebagai orang yang bodoh, hidup di pedesaan yang serba kekuarangan, tempat tinggai yang kumuh, derajat kesehatan yang rendah, pengalaman dan keterampilan yang amat minim, kemampuan komunikasi yang amat terbatas, dan berbagai predikat negatif lainnya.
Kedelapansalah satu masalah yang masih menyelimuti ummatIslam dan menjadi penyebab timbulnya masalah yang lain adalah masalah kemiskinan, walaupun tingkat penyebarannya tidak merata. Yaitu ada negara-negara yang sumber alamnya kaya, penduduknya beragama Islam dan mencapai tingkat kemakmuran yang tinggi, seperti Kuwait, Qathar, dan Saudi Arabia; dan ada pula negara-negara yang penduduknya beragama Islam, tanah dan alamnya subur, namun penduduknya miskin, seperti Indonesia. Ada pula negara yang sumber alamnya tidak begitu kaya, namun dapat mencapai tingkat kemakmuran yang tinggi seperti Kanada dan Jepang.
Kesembilan, sejak dahulu, bangsa-bangsa di dunia khususnya Eropa dan Amerika mengetahui bahwa sumber kekayaan alam di dunia berada di negara yang penduduknya beragama Islam, seperti Saudi Arabia, Kuwait, Qathar, Iran dan sebagainya. Agar Eropa dan Amerika untuk dapat menguasai kekayaaan alam (khususnya minyak) yang terdapat di negara-negara Islam, tersebut, maka negara-negara itu harus dikuasai dan dibuat tergantung kepada mereka. Seperti yang terjadi sekarang ini, beberapa negara di Timur Tengah sebagian besar berlindung di bawah hegemoni Amerika, dan dengan demikian Amerika dapat memperlakukan berbagai kebijakan yang menguntungkan dirinya dan merugikan negara Islam. Keadaan ini hendaknya segera disadari oleh dunia Islam. Melalui kegiatan pendidikan dan dakwah kesadaran akan kemandiriaan dan terlepas dari pengaruh Eropa dan Barat tersebut harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda kita.
Dengan demikian, pendidikan dan dakwah merupakan kunci yang amat strategis dalam mengatasi berbagai permasalahan global yang terjadi saat ini. Untuk itu masalah pendidikan yang bermutu dan unggul, seimbang antara agama dan umum, jasmani dan rohani harus kita berikan kepada putera-puteri dan generasi muda kita. Mudah-mudahan upaya ini memberi berkah bagi kemajuan umat manusia umumnya, dan bangsa Indonesia pada khususnya.


Post a Comment