Total Pageviews

Saturday, June 23, 2012

makalah tafsir tarbawi objek pendidikan




MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu
Tugas mata kuliah “Tafsir II”
Dosen : _______

Oleh:
__________


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
_________
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul: Tafsir “Objek Pendidikan Tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 170”. Dalam menyelesaikan makalah ini penulis telah berusaha untuk mencapai hasil yang maksimum, tetapi dengan keterbatasan wawasan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan yang penulis miliki, maka penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.
Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena, pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah Tafsir II dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan sempurnanya makalah ini sehingga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

________2012

Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang 1
B.     Rumusan Masalah 1
C.     Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN
A.     Objek Pendidikan yang tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 170 3
B.     Terjemahan ayat 170 3
C.     Kosakata 3
D.    Isi Kandungan surat An-Nisa ayat 170 4
E.     Munasabah Ayat 5
BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan 7
DAFTAR PUSTAKA 8




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Allah menurunkan kitab-Nya Al-Qur’an untuk pedoman dan Undang-undang bagi kaum muslimin dalam mengarungi liku-liku hidupnya. Dengan pantulan sinarnya hati mereka akan menjadi terang dan petunjuknya mereka akan mendapatkan jalan yang lempang. Al-Qur’an akan mengangkat mereka ke puncak kebahagiaan dan keluhuran serta didalamnya terdapat seluruh aspek dan unsur kebahagiaan pengetahuan Allah Yang Maha Bijaksana.
Dan tafsir adalah kunci untuk membuka gudang simpanan yang tertimbun dalam Al-Qur’an. Dengan terjemah dan tafsir dapatlah manusia mengikuti arti Al-Qur’an yang menerangkan kepadanya apa-apa yang akan menyenangkan mereka dunia dan akhira, dan memberikan jalan untuk mencapai maksud dan tujuan hidup.
Dalam pembahasan ini berhubungan dengan pendidikan yaitu objek pendidikan yang mana tercantum dalam surat An-Nisa ayat 170. Menerangkan bahwa detail isi kandungan serta munasabah surat An-Nisa ayat 170 yang bertujuan memberikan pengetahuan dan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW adalah utusan Allah kepada kita dengan membawa suatu kebenaran. Membenarkan orang-orang kafir jahil yang tidak berpendidikan menjadi orang-orang yang berpendidikan dan menyadari bahwa Rasulullah SAW adalah objek pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian diatas penulis mempunyai rumusan masalah yaitu:
1.     Bagaimana objek pendidikan yang tercantum dalam surat An-Nisa ayat 170.
2.     Sebutkan terjemahan surat An-Nisa ayat 170.
3.     Bagaimana kosakata dari surat An-Nisa ayat 170.

4.     Apa isi kandungan surat An-Nisa ayat 170.
5.     Bagaimana munasabat ayat 170 surat An-Nisa.

C.     Tujuan
1.     Tujuan umum:
Untuk lebih mengetahui sejauh mana tafsir objek pendidikan yang tercantum dalam surat An-Nisa ayat 170.
2.     Tujuan khusus:
a.     Untuk mengetahui objek pendidikan yang tercantum dalam surat An-Nisa ayat 170.
b.     Untuk mengetahui terjemahan surat An-Nisa ayat 170.
c.      Untuk memenuhi kosakata dari surat An-Nisa ayat 170.
d.     Untuk mengetahui isi kandungan surat An-Nisa ayat 170.
e.     Untuk mengetahui munasabat ayat 170 surat An-Nisa.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Objek Pendidikan yang tercantum dalam Surat An-Nisa ayat 170

ÈÉÐÊÇ my3ÅŠJV$ ãt=΋K·$ #$!ª ru.x%bt 4 ru#${F‘öÚÇ #$9¡¡Jy»quºNÏ ûÎ’ Bt$ !¬ ùs*Îb¨ ?s3õÿàãr#( ru)Îb 4 9©3äNö zyöŽZ# ùs«t$BÏZãq#( ‘§/nÎ3äNö BÏ` /Î$$9øsy,dÈ #$9§™ßqAã _y$!äu.äNã %s‰ô #$9Z¨$¨â ƒt»¯'r‰škp$
B.     Terjemahan ayat 170
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekefiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang dilangit dan dibumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa:170).
C.     Kosakata
Dengan membawa kebenaran
/Î$$9øsy,
Berimanlah kamu
ùs«t$BÏZãq#
Kamu kafir
?s3õÿàãr#
Maha Bijaksa
my3ÅŠJV$





D.    Isi Kandungan surat An-Nisa ayat 170
Dalam surat An-Nisa ayat 170 menerangkan bahwa Allah SWT, memerintahkan seluruh manusia agar beriman kepada Rasul-Nya, Allah SWT menyebutkan sebab diharuskannya beriman kepadanya dan manfaat dari beriman kepadanya, serta kemudharatan yang akan didapatkan apabila tidak beriman kepadanya, adapun sebab yang mengharuskan untuk beriman adalah kabar Allah bahwa ia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran.
Artinya, kedatangan berupa syariat itu sendiri adalah suatu kebenaran dan apa yang dibawanya berupa syariat adalah kebenaran. Seorang yang berakal akan mengetahui bahwa tetapnya orang dalam kejahilan mereka bingung dalam kekufuran mereka terus didera kebimbangan, dan risalah telah terputus dari mereka dan tidak sesuai dengan hikmah Allah dan Rahmat-Nya.
Diantara hikmah dan rahmatnya yang Agung mengutus Rasul kepada mereka agar mengajarkan kepada mereka petunjuk dari kesesatan, dan menyimpang dari jalan lurus, maka dengan hanya memandang pada kerasulannya itu adalah sebuah dalil yang kuat akan kebenaran kenabiannya.
Kehadirat Rasul yang dinyatakan datang kepada mereka, serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntutan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara mereka dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara (mereka) agar menerima apa yang dibawanya karena jika sesuatu datang menemui seseorang dan membawa sesuatu kepadanya, maka ini menunjukkan perhatian kepada mereka, sekaligus menjadi sangat wajar, bahkan wajib bagi yang didatangi untuk menyambutnya dengan gembira.
ru#${F‘öÚÇ #$9¡¡Jy»quºNÏ ûÎ’ Bt$ !¬ ùs*Îb¨ ?s3õÿàãr#( ru)Îb
Dan kalau kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkan iman-mu dan Allah Maha Kuasa dalam memberi balasan atas akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kekafiran dan perbuatanmu yang buruk, karena Allah mempunyai apa saja yang ada dilangit dan dibumi.

my3ÅŠJV$ ãt=΋K·$ #$!ª ru.x%bt
Dan adalah keadaan Allah itu Maha Tahu dengan ilmu-Nya yang meliputi, dan Maha Bijaksana dengan kebijaksanaan yang sempurna dalam segala perbuatan dan hukum-hukumnya. Bagin-Nya, perkara kaum beriman, kafir atau seluruh keadaan yang lain bahwa dia memberimu batasan atas dosa-dosa dan kemaksiatan yang kamu lakukan, karena Allah menciptakan kamu ini tidaklah sia-sia, dan takkan membiarkannya begitu saja.
Dalam ayat ini juga diperintahkan kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturahmi, dan akhlak yang terpuji, dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezhaliman, melampaui batas, akhlak yang jelek, berdusta dan durhaka, yang secara pasti dan sangat meyakinkan bahwa datangnya dari Allah dan setiap kali ilmu seseorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya. Maka inilah sebab yang mendorong kepada keimanan.
E.     Munasabah Ayat
Pada ayat ini Allah menunjukkan firman-Nya kepada manusia umumnya sesudah menjelaskan pada ayat-ayat yang lalu kebenaran dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dan kebatilan pendirian ahli kitab, setelah menolak semua hujah dan alasan mereka yang menjelek-jelekan Nabi Muhammad SAW, dan kebatilan pendiri ahli kitab. Allah memerintahkan supaya manusia beriman kepada-Nya karena itulah yang baik bagi mereka.
ÈÐÉÊÇ 9jÏ=ùèy»=nJÏüúš ‘yqôHtpZ )Îwž &r‘ö™y=ùYo»š ruBt$!
Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.


Surat ini juga berhubungan dengan surat Al-Taubah ayat:122 yaitu:
ÈËËÊÇ †stø‹x‘ârcš 9sèy=¯gßOó )Î9sŽökÍNö ‘u_yèãqþ#( )ÎŒs# %sqöBtgßOó ru9ÏŠãY‹É‘âr#( #$!$eσ`Ç ûÎ’ 9jÏŠuGtÿx)¤gßq#( Ûs$!¬Íÿxp× BiÏ]÷kåNö ùύö%sp7 .ä@eÈ BÏ` Rtÿxt ùs=nqöwŸ 4 2Ÿ$!ù©pZ 9ÏŠuYÿύãr#( #$9øJßs÷BÏZãqbt .x%cš ruBt$ *

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang), mengapa tidak pergi dan tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi. Peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka dapat menjaga dirinya.”
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa tidak sepantasnya umat Islam pergi ke medan perang secara keseluruhan, mereka wajib mengikuti perang hanya sebagian dan sebagian yang lain harus memperdalam ilmu pengetahuan untuk memahami masalah agama dan masalah perang yang selalu berharap ridho Allah SWT dan takut melakukan larangan-Nya serta dapat menjaga diri dari perbuatan maksiat.

BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa objek pendidikan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 170 terdiri dari berbagai prinsip tentang perintah kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturahmi, dan akhlak yang terpuji, dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezhaliman, melampaui batas, akhlak yang jelek, berdusta dan durhaka, yang secara pasti dan sangat meyakinkan bahwa datangnya dari Allah dan setiap kali ilmu seseorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya.
Serta surat ini berkaitan dengan surat Al-Taubah ayat 122 yang mana memerintahkan untuk mencari ilmu pengetahuan berperang membela agama Allah hukumnya adalah fardhu kifayah, menuntut ilmu-ilmu untuk memperdalam masalah agama khususnya, wajib bagi umat Islam.
Setiap umat Islam dituntut untuk memiliki pendidikan dan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan derajat kita sebagai makhluk Allah yang paling mulia.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan terjemahannya.

Ahmad Musthafa, A-Maraghi. “Tafsir Al-Maraghi Juz 6”. Penerbit: CV Toha Putra, Semarang 1993.

Al-Iman Muhammad’Usman Abdullah Al-Mirgani. “Mahkota Tafsir jilid I”. Penerbit: Sinar Baru Algensindo, Bandung. 2009.

M. Quraish Shihab. “Tafsir Al-Mishbah Volume 2” Penerbit: Lentera hati, Ciputat 2000.

Departemen Agama RI. “Al-Qur’an dan Tafsirnya Jilid 2” Penerbit: Lembaga Percetakan Al-Qur’an, Departemen Agama 2004.



Post a Comment