Total Pageviews

Sunday, June 12, 2011

Metode-Metode Pembelajaran

Metode Ceramah (Ekspositori)
CIRI-CIRI
- Guru berbicara terus menerus di depan kelas, sedang para siswa sebagai pendengar.
- Pemberian ide atau informasi berlangsung satu arah.
- Defenisi dan rumus (teorema) disajikan oleh guru.
- Contoh-contoh soal diberikan dan dikerjakan oleh guru. Kemudian siswa diberi latihan-latihan soal.
KELEBIHAN
- Isi silabus dapat diselesaikan menurut jadwal.
- Metode ini dapat menampung kelas besar.
- Konsep atau keterangan dapat direncanakan dengan baik dan disampaikan guru secara terurut.
- Guru dapat menekankan hal-hal yang penting untuk dipelajari.
- Waktu dan energi tidak terbuang percuma
KELEMAHAN
- Dalam matematika yang diutamakan adalah proses berpikir siswa, bukan penerimaan dan ingatan kepada konsep atau informasi.
- Siswa-siswa menjadi pasif.
- Guru tidak dapat memberikan bimbingan individu karena tidak dapat mengetahui kesukaran yang dihadapi masing-masing siswa.
- Siswa tidak mampu menguasai bahan atau konsep-konsep yang diberikan karena terlalu padat.
- Pembelajaran menjadi membosankan bagi siswa .
- Ingatan yang diperoleh, dengan mudah dilupakan.
• Metode Diskusi
CIRI-CIRI
- Pembelajaran berlangsung secara berkelompok.
- Terjadi interaksi antara guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa.
- Siswa mengemukakan pendapat dan guru menanggapi serta meluruskan bila terjadi kesalahan.
KELEBIHAN
- Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
- Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapatnya di depan umum.
- Siswa belajar dan mendengarkan dengan tertib.
- Siswa belajar menanggapi dan menghargai pendapat orang lain.
- Terjalin komunikasi yang baik antara guru dan siswa. Serta antara siswa dengan siswa lainnya. Juga hubungan sosial yang baik.
KELEMAHAN
- Bila anggota kelompok heterogen, maka siswa yang pandai akan lebih mendominasi dan yang kurang pandai akan menjadi pasif.
- Bila anggota kelompok tidak ada yang pandai maka tidak akan mengahsilkan sesuatu.
- Waktu tidak efisien, karena membutuhkan waktu banyak untuk diskusi bahkan buang-buang waktu.
- Tidak dapat menjangkau jumlah siswa yang besar.
- Tidak cocok umtuk semua materi.
- Informasi yang didapat terbatas.
• Metode Belajar Sendiri
CIRI-CIRI
- Proses pembelajaran dibawah bimbingan guru.
- Menggunakan system modul.
- Siswa belajar sendiri melalui sederetan aktivitas yang ditentukan.
KELEBIHAN
- Siswa yang pandai akan terus maju tanpa harus menunggu siswa lain.
- Siswa yang kurang pandai tidak perlu menggunakan waktu yang sama dengan siswa yang pandai untuk memahami konsep.
- Minat perorangan dapat terpenuhi sehingga memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
KELEMAHAN
- Bila pembelajaran dilaksanakan secara individu, siswa menjadi bersifat egois.
- Hubungan guru dengan siswa kurang kasih sayang karena kurang komunikasi.
- Guru sulit mengetahui jalan pikiran dan perkembangan anak didiknya.
- Membutuhkan guru yang berkemampuan tinggi dan hal ini sulit dilaksanakan di Indonesia.
• Metode Laboratorium
CIRI-CIRI
- Siswa tidak hanya sekedar membaca atau mendengarkan, tetapi belajar sambil bekerja.
- Proses pembelajaran menggunakan media atau permainan.
KELEBIHAN
- Siswa senang menyelesaikan masalah karena sesuai dengan kemampuannya.
- Prinsip psikologi terpenuhi.
- Pengertian akan dicapai oleh siswa.
- Membantu pertumbuhan pribadi siswa karena memungkinkan siswa bekerja bebas dan tidak tergantung pada orang lain.
- Memungkinkan siswa saling bekerja sama dan bertukar pikiran.
KELEMAHAN
- Proses pembelajaran menjadi lambat.
- Tidak memberikan latihan berpikir matematika bagi siswa karena pekerjaan laboratorium secara murni, bukan jenis kerja matematika.
- Tidak semua topic matematika dapat dikerjakan dengan metode ini.
- Memerlukan susunan konsep yang teliti agar siswa tidak sekedar bermain dalam belajar.
- Guru hanya dapat mengawasi kelas yang kecil.
- Metode ini hanya cocok untuk siswa kelas rendah.
- Siswa cenderung saling contoh.
• Metode Induktif
CIRI-CIRI
- Perumusan konsep/teorema berjalan dari sejumlah contoh dan kongkrit ke abstrak.
- Belajar dari contoh-contoh khusus ke rumus umum.
KELEBIHAN
- Siswa mempunyai kesempatan ikut aktif dalam menemukan suatu formula/konsep.
- Siswa memahami formula/konsep melalui sejumlah contoh-contoh sederhana.
- Bila ada keraguan tentang pengertian terhadap suatu formula dapat diatasi sejak awal.
KELEMAHAN
- Formula yang diperoleh belum lengkap bila ditinjau dari sudut proses belajar matematika.
- Membuthukan banyak waktu.
• Metode Deduktif
CIRI-CIRI
- Belajar dari hal-hal umum kekhusus, dari yang abstrak ke yang kongkrit, atau dari rumus/teorema kecontoh-contoh.
- Rumus/teorema diberikan kepada siswa dan dibuktikan oleh guru.
- Metode diberikan sejalan dengan metode ceramah.
KELEBIHAN
- Efisien dalam waktu.
- Jika metode ini dikombinasikan dengan metode induktif akan mengurangi kelemahan metode induktif.
KELEMAHAN
- Sulit bagi siswa menguasai rumus yang abstrak tanpa melalui contoh yang kongkrit dulu.
- Metode ini ketat, dapat menyebabkan ingatan lebih penting daripada pengertian.
- Siswa menjadi pelajar ynag pasif, karena hanya mengikuti pola pekerjaan yang disajikan guru.
• Metode Penemuan
CIRI-CIRI
- Siswa diwajibkan melakukan aktivitas mental untuk memahami pelajaran.
- Siswa sebagai penemu yang aktif dan guru sebagai pengawas dan pembimbing, bila dilaksanakan metode penemuan terbimbing.
- Siswa menemukan sendiri pola-pola atau struktur-struktu matematika melalui pengalaman belajar.
KELEBIHAN
- Siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.
- Siswa benar-benar dapat memahami suatu konsep atau rumus.
- Menimbulkan semangat ingin tahu dari siswa.
- Kepuasan mental siswa sebagai nilai intrinsic terpenuhi.
- Dalam metode penemuan terbimbing, guru tetap mempunyai kontak pribadi dengan siswa.
- Siswa lebih mampu mentransfer pengetahuannya keberbagai konteks
KELEMAHAN
- Metode ini membutuhkan banyak waktu.
- Metode ini terlalu memberatkan guru.
- Tidak semua anak dapat diharapkan sebagai penemu.
- Metode ini tidak dapat dipergunakan untuk setiap topic matematika.
- Kelas harus kecil karena metode ini membutuhkan perhatian guru terhadap masing-masing individu.
• Metode Analisis
CIRI-CIRI
- Siswa belajar dari hal yang tidak diketahui ke yang diketahui.
- Masalah yang akan diselesaikan dijabarkan dulu agar jelas hubungan antara data yang satu denga yang sudah diketahui.
KELEBIHAN
- Metode ini merupakan metode yang logis dan meyakinkan siswa, sebab setiap langkah yang diambil mempunyai alas an.
- Siswa dapat memahami masalah.
KELEMAHAN
- Tidak semua topik dapat dilaksanakan dengan metode ini.
- Membutuhkan langkah yang panjang untuk menyelesaikan masalah.
• Metode Sintesis
CIRI-CIRI
- Belajar dari yang diketahui ke yang tidak diketahui.
- Masalah yang akan diselesaikan dimulai dengan data yang ada dan dikaitkan dengan permasalahan.
KELEBIHAN
- Metode ini merupakan metode yang logis.
- Metode ini sering kali singkat daripada metode analisis.
- Kombinasi metode sintesis dengan analisis akan mengurangi kelemahan metode analisis.
KELEMAHAN
- Metode ini tidak menjamin pengertian siswa, dikhawatirkan siswa sekedar menghafal langkah-langkah penyelesaiannya.
- Jika siswa lupa langkah-langkah penyelesaian masalah maka siswa akan terhambat/macet dan tidak dapat menemukan kembali langkah-langkah tersebut.
Post a Comment