Total Pageviews

Thursday, April 28, 2011

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

A. ADMINISTRASI PENDIDIKAN SUATU ALTERNATIF
1. Landasan Pemikiran
Pemikiran dilandasi oleh keyakinan bahwa manusia lahir ke dunia atas karunia Allah. Kemampuan dasar yang tersedia supaya dapat berpungsi sebagai mana fungsinya, diperlukan sebagai upaya. Salah satu upaya utama ialah belajar sepanjang hayat yang berintikan membaca baik terjadi dilingkungan keluarga, masyarakat maupun lembaga pendidikan.

Kenyataan menunjukkan bahwa manusia dapat di didik dalam batas-batas tertentu, yaitu tergantung kepada kemampuan dasar yang tersedia, pengalaman yang di dapat, kemauan yang di ulet dan sudah barang tentu takdir ilahi bagi mereka yang mempercayainya.
Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari proses pengaruh mempengaruhi antara peserta didik dengan pendidik dalam berbagai situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses pengaruh mempengaruhi itu merupakan psikodinamik yang asasi yaitu dialog diantara komponen-komponen pendidikan yang pada suatu saat harus terjadi dialog dengan sendirinya pada diri peserta didik sendiri. Kemudian ia dapat bertindak lain atas keputusan dan tanggung jawab sendiri atau disebut hidup mandiri baik secara pribadi maupun sosial.
Ilmu pendidikan sebagai ilmu mempunyai ciri hakiki yaitu ilmu normatif, berbuat dan tidak dapat melepaskan diri dari pandangan hidup. Ilmu pendidikan sebagai seni sangat bertatan denga profesi kependidikan yang secara formal telah maju di Indonesia hal ini dilihat pada keputusan pemerintah yang tertuang dalam suras keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan No. 0124/U/1979 yang kemudian disempurnakan dengan surat keputusan No. 0211/U/1982. Dalam keputusan itu di gariskan bahwa di Indonesia ini hanya terdapat dua profesi besar yaitu profesi non kependidikan dan profesi kependidikan. Profesi non kependidikan adalah segala profesi yang diantaranya kedokteran, ekonomi, hukum, dan teknologi. Profesi kependidikan terdiri dari guru dalam berbagai bidang profesi di atas dan tenaga kependidikan lainnya diantaranya administrasi pendidikan , pendidikan dan pengembangan sosial, psikologi pendidikan dan bimbingan , pendidikan luar biasa filsafat dan sosiologi pendidikan.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sestem Pendidikan Nasional, pasal 3, pendidikan berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik akan menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Administrasi pendidikan bukanlah hal yang baru. Telah dipergunakan dalam berbagai jenis dan jenjang pendidikan, sekalipun masih langka diteliti secara saksama di Indonesia. Administrasi pendidikan yang dimaksud adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang disepakati.

2. Konsep Administrasi Pendidikan
Harus diakui bahwa di kalangan ilmuan administrasi/manajemen dan di kalangan praktisi Indonesia istilah administrasi masih dalam polemik yang berkaitan dengan luasnya cakupan di antara kedua istilah, pemakaian istilah sehari-hari administra sebagai clerikal work dan kesan bergengsi dalam penggunaan istilah menejemen.
Dalam pemakain sehari-hari administrasi sudah sangat dikenal mulai dari zaman belanda sampai saat ini sebagai kegiatan catatmencatat. Dari perkembangan keilmuan lahirnya disiplin ilmu administrasi di Indonesia dibidani oleh akademisi Amerika yang mengembangkan dan mendirikan jurusan administrasi sebagai ekplorasi pembinaan keilmuan. Maka administrasi menjadi suatu disiplin imu yang establish dengan ditetapkannya jurusan.
Dari berbagai literatur yang dipublikasikan Inggris, istilah yang serupa pemahamannya dengan administrasi di Amerika adalah manajemen. Namun di indonesia sendiri, istilah manajemen dan administrasi memiliki pengertian sendiri-sendiri dan pemahamannya ada pada tiga posisi yaitu administrasi lebih luas dari manajemen dan administra lebih sempit dari manajemen, dan administrasi sama atau sejajar denga manajemen.
Kelompok pertama yang mempersepsi administrasi lebih luas dari manajemenkarena menganggap administrasi sebagai suatu aktivitas strategi melalui perbuatan kebijakan dan merupakan suatu keseluruahan proses kerja sama, sedangkan manajemen merupakan aktivitas melaksanakan kebijakan yang bekerjalangsung dengan orang-orang untuk merealisasikan kebijakan,.
Kelompok kedua yang mempersepsi administrasi lebih sempit dari manajemen karena mempersepsi administrasi seperti dalam pemekaian istilah peninggalan belanda yang epngertiannya sempit terbatas pada kegiatan ketatausahaan.
Kelompok ketiga yang mengartikan administrasi dan manajemen adalah sejajar, sama, dan bisa digunakan istilahnya secara berganti disesuaikan konteks tnapa kehilangan makna.
Administrasi berasal dari kata latin. Ad berarti intensif, dan ministrare yang berarti to serve yaitu melayani, membantu atau mengarahkan. Definisi yang dapat mewakili pengertian dan ahli, yaitu:
a. Fayol (Hoy and Miskel, 2001: 10) mengemukakan administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personil maupun material) secara efektif dan efisian guna menunjang ntercapainya tujuan pendidikan.

b. Luther Gulick:
Administrasi adalah sistem pengetahuan yang memungkinkan manusia memahami hubungan-hubungan, meramalkan akibat-akibat, dan mempengaruhi hasil-hasil pada suatu keadaan di mana orang-orang secara teratur bekerja sama untuk suatu tujuan bersama.

3. Pendekatan Perspektif Terpadu
Berpedoman kepada konsep Administrasi Pendidikan yang saya kemukakan di atas, dalam kesempatan ini saya menggunakan pendekatan yang saya sebut pendekatan perspektif terpadu (integratif).

B. POLA PENGADMINISTRASIAN PENDIDIKAN
Berpedoman kepada konsep dasar pendekatan perspektif terpadu yang dikemukakan, terdapat tiga pola dasar pengadministrasian pendidikan yang perlu diperhatikan; secara makro (tingkat nasional), meso (tingkat kelembagaan), dan mikro (tingkat operasional belajar mengajar).

1. Pola Dasar Pendidikan Secara Makro
Apabila kita dapat melukiskan kecenderungan kehidupan dengan cermat dan terpadu, menggariskan kualitas manusia secara tepat yang mampu hidup layak dimasa depan, kemudian dapat menyediakan pendidikan yang relevan, niscaya kualitas manusia manusia Indonesia tinggal landas yang tumbuh atas kekuatan sendiri.

a. Kecenderungan Kehidupan
Kecenderungan kehidupan itu pada hakikatnya terdapat dalam hubungan manusia dengan dirinya, alam, kebudayaan atau sesama manusia dan dalam hubungan dengan Penciptanya. Pada kesempatan ini dikemukan sepuluh kecenderungan besar sebagai berikut:

1) Kecenderungan yang mendasari kehidupan, adalah ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dinyatakan dalam kehidupan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esaterjamin UUD 1945.
2) Penduduk Indonesia dewasa ini diperkirakan sebanyak 160 juta orang dengan laju pertumbuhan 2,3% setiap tahun yang relative konstan (SKN:1981) sehingga pada saat tinggal landas akan berjumlah sekitar 195 juta dengan penyebaran yang tidak merata.
3) Hidup dinegara kkepulauan yang beriklim tropis kaya akan bahan mentah, indah dan nyaman.
4) Hidup berlandaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas yang masih menuntut pelaksanaan dan penjabaran supaya lestari dan mendorong daging sebagai sumber inspirasi, perjuangan dan sistem nilai-nilai dalam pembangunan bangsa.
5) Bangsa yang berpolitik membangun dengan politik luar negeri yang bebas aktif akan terus berperan dalam proses regenerasi.
6) Perubahan sistem perekonomian yang cenderung menitik beratkan pada perindustrian baik industrian berat dan ringan maupun yang menekankan produksi dalam neggeri yang didukung oleh pertanian dan jasa khususnya produk elektronik dan komputer.

b. Kualitas Manusia
Kehidupan Bangsa Indonesia disaat tinggal landas yang direncanakan diyakini cenderungan akan lebih baik, tetapi akan lebih rumit, dinamik, dan penuh tantangan sehingga menuntut persyaratan atau kemampuan atau kualitas manusia yang lebih baik dari pada manusia sekarang.
Secara idiologis filosofis, kemampuan itu telah digariskan dalam Ekaprasetia Pancakarsa sebagai tuntutan dan pedoman hidup bangsa.

c. Pra Kerangka Sistem Pendidikan Pancasila
1) Permasalahan dan orientasi: permasalahan berkisar pada produktivitas pendidikan yang memerlukan peningkatan bagi yang berkenaan dengan efektifitas; pemerataan, kualitas, keluaran, dan relevansi.
2) Landasan, konsep, dan prinsip pendidikan yang perlu eksplisit.
3) Dasar pendidikan: Pancasila dan kebudayaan nasional.

2. Pola Dasar Pendidikan Secara Mesa
Pola dasar ini ditarik dari hasil percobaan pendidikan nonformal (PNF) di bawah bimbingan Prof. Dr. H.Santoso. Hamijoyo, M.Sc. dan Prof. Ir. Hassan Purbo.
Percobaan dilakukan bagi anak-anak dan pemuda putus sekolah di pedesaan dan kota pinggiran (kumuh) yang dikaitkan dengan pengadministrasian SD setempat.



3. Pola Dasar Pendidikan Secara Makro
a. Proritas Pendidikan
Penataan pendidikan di Indonesia seperti dinegara berkembang lainnya adalah masalah besar.
Pertama, program pendidikan jangka panjang yang relevan dengan prioritas pembangunan ekonomi atau prioritas lain untuk meningkatkan kualitas manusia.

b. Wajib Belajar yang baik
Dewasa ini, tingkat pendidikan bangsa Indonesia khususnya tenaga kerja masih menunjukkan nilai yang kurang seimbang yaitu sekitar 88% maksimal SD, 11% Sekolah Menengah, dan 1% pernah pendidikan tinggi.

c. Tenaga Kependidikan yang Profesional
Tenaga pendidik seperti guru dan tenaga kependidikan seperti kepala sekolah, penilik dan pengawas, petugas bimbingan dan penyuluhan, perencanaan, dan Pembina kurikulum atau tenaga kependidikan lainnya yang akan muncul, merupakan komponen pendidikan yang penting sebagai fasilitator bagi peserta didik.

d. Pembinaan Swasta yang Lebih Mantap
Peranan swasta, baik swasta pendidikan maupun pengusahasebagai mitra pemerintah telah menunjukkan partisipasinya dan mempunyai nilai yang sangat besar dalam membina pendidikan nasional.

e. Penelitian Pendidikan yang Mendasar
Penelitian sebagai bagian dari upaya pengembangan pendidikan, memerlukan penelaahan secara lebih mendasar yang tidak hanya secara reaktif tetapi secara konsepsional mendasar.


MODEL ADMINISTRASI PENDIDIKAN

A. PENGEMBANGAN SISTEM
1. General Sistem Theory
Teori sistem umum (General system theory) didasarkan paada suatu anggapan bahwa kehidupan (living system) ini secara empirik dikonseptualisasikan dengan berusaha menemukan ciri-ciri beberapa disiplin.
Usaha-usaha dalam setiap disiplin ilmu dengan menggunakan pendekatan ilmiah yang dilaksanakan oleh ahlinya masing-masing ternyata hanya diperuntukan bagi pengembangan masing-masing disiplin lainnya yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dalam suatu dunia realitas.
Salah satu ciri yang perlu diingatdalam pemikiran ini ialah satu landasan berfikir sistem bahwa yang dimaksudkan dengan keseluruhan tidak semua dengan penjumlahan bagian-bagian.
Teori sistem umum (general system theory) sebenarnya merupakan suatu usah yang telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat dilihat misalnya dengan adanya filsafat yang dipandang sebagai sumber segala pengetahuan.
Dalam upaya menemukan suatu teori sistem umum, Boulding mencoba mengkaji melalui dua cara yaitu:
a) Gerakan interdisipliner dengan mengembangkan penyilangan disiplin. Dengan demikian akan ditemukan adanya disiplin silang. Boulding menyebutnya sebagai multi sexual interdicipliness iatau hybrid diciplines.
1) Cybernetics, yang menggunakan konsep-konsep electric engineering, fisika, biologi dan lain-lain.
2) Teori organisasi, yang menggunakan konsep-konsep sosiologi, psikologi, ekonomi, ilmu politik dan lain-lain.
3) Ilmu manajemen, yang menggunakan konsep-konsep matetika, statistika, teori informasi, dan teknik.

b) Gerakan interdisipliner untuk menemukan teori sistem umum melalui pengaturan sistem secara teoritik dan mengkonstruksinya dalam suatu hierarki kompleksitas.
1) Tingkatan struktur statis (static structure) yang juga disebut sebagai tingkatan frame works.
2) Tingkatan simple dynamic sistem yang disebutnya juga sebagai tingkatan clokworks. Dengan gerakan “kodrati”. Contohnya ialah solar sistems.
3) Tingkatan thermostat atau sistem cybernetic. Pada tingkatan ini berlaku konsep self-regulated.
4) Tingkatan sistem terbuka atau self-maintraining structure.
5) Tingkatan genetic-sociental seperti pada tumbuh-tumbuhan.
6) Tingkatan animal, yang ditandai oleh pertumbuhan mobilitas, prilaku teleologis dan kesadaran diri.
7) Tingkatan human, adanya manusia secara individu dipandang dipandang, sebagai satu sistem.
8) Tingkatan sistem organisasi sosial. Apda tingkatan ini norma-norma telah ditetapkan dan interaksi manusia telah dapat dilaksanakan, pesan-pesan telah dapat disampaikan.
9) Tingkatan sistem transcendental dalamnya sistem-sistem simbolis misalnya bahasa, agama, logika, ilmu pasti.

2. Munculnya Pendekatan Sistem
Dengan ditemukannya teori sistem umum dengan karakteristi-karekteristik yang telah dikemukakan, memungkankan berkembangnyasuatu cara berfikir sistem yang pada akhirnya menyebabkan adanya suatu pendekatan sistem.
Pendekatan sistem sebagai suatu metode atau teknik analisis yang secara lebih khusus disebut analisis sistem berfungsi dalam hal memecahkan masalah atau pembuatan keputusan
B. KOMSEP DASAR SISTEM
1. Pengertian Sistem
2. Karakteristik sistem
3. Klasifikasi sistem


C. KIBERNITIKA DALAM MENDEKATKAN SISTEM
1. Pengertian
2. Cabang-cabang kibernitika
3. Pengaturan sendiri dan adaptasi dalam kibernitikan

D. MODEL, PENGUKURAN, DAN METODOLOGI SISTEM
1. Model-model pendekatan sistem
a. Pengertian model
b. Konstruksi model atau pembuatan model
c. Jenis-jenis model
2. Pengukuran dalam pendekatan sistem
a. Struktur proses pengukuran
b. Prinsip-prinsip pengukuran


KEPEMIMPINAN

A. Defenisi kepemimpinan
“kepemimpinan di terjemahkan dalam nbahasa inggris “leadership”. Dalam ensiklopedi umum (1993) diartikan sebagai “ hubungan erat antara seseorang dan kelompok manusia,karena kepentingan yang sama”. Hubungan tersebut ditandai oleh tingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari pemimpin dan terpimpin.
Ada beberapa defenisi kepemimpinan :
1. Bass (1990), kepemimpinan merupakan suatu interaksi antara anggota suatu kelompok sehingga pemimpin merupakan agen pembaharu, agen perubahan, orang yang prilakunya akan lebih baik mempengaruhi orang lain daripada prilaku otrang lain yang mempengaruhi mereka dan kepemimpinan itu sendiri timbul ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi kepentingan anggota lainnya dalam kelompok.
2. Northouse, P.G (2003:3), kepemimpinan adalah suatu proses damana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan umum.
3. Dubrin, A.J. (2001:3), kepemimpinan adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa akan terjadi kepemimpinan apabila didalam situasi tertentu seseorang lebih menonjol dapat mempengaruhi prilaku orang lain baik secara perseorangan atau kelompok sehingga dengan penuh kesadaran orang-orang dapat mengikuti apa yang diinginkan oleh pemimpin dalam mencapai tujuan .
Kepemimpinan pendidikan adalah suatu proses mempengaruhi, mengkoordinasi, dan menggerakkan prilaku orang lain serta melakukan suatu perubahan kearah yang ulebih positif dalam mengupayakan keberhasilan pendidikan.

B. Keterampilan kepemimpinan
Davis, 1981:127 mengidentifikasi tiga keterampilan kepmimpinan :
1. Technical skill; diperlukan pemimpin agar ia mampu mengawasi dan menilai pekerjaan sesuai dengan keahlian yang digelutinya.
2. Human skill; kemampuan dalam mambangun relasi dan dapat bekerja sama dengan orang lain adalah kualivukasi yang dipersyaratkan seorang pemimpin baik dalam situasi formal maupun informal.
3. Conceptual skill;pemimpin yang disegani adalah pemimpin yang mampu memberi solusi yang tepat yang timbul dari pemikiran yang cerdas tentang suatu persoalan.

C. Pendekatan kepemimpinan
1. Pendekatan teori sifat pemimpin (traits theory)
Pemimpin yang memiliki cirri kepemimpinan adalah seorang yang memiliki kualitas diri yang baik tercermin dari sifat-sifat atau watak. Biasanya sifat/watak yang diharapkan anggota dari pemimpinnya adalah ,cerdas, bijak, semangat, tanggung jawab, dan dapat dipercaya.
Davis mengihtisarkan 4 sifat utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemimpin yaitu:
1. Kecerdasan
2. Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial
3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi
4. Sikap-sikap hubungan menusiawi
Hicks dan gullet menunjukan 8 sifat kepemimpinan yang harus dimiliki pemimpin yaitu:
1. Bersikap adil
2. Memberikan sugesti (suggesting)
3. Mendukung tercapainya tujuan (suppyling objectives)
4. Katalisator (catalyising )
5. Menciptakan rasa aman(providing security)
6. Sebagai wakil organisasi (representing)
7. Sumber inspirasi (inspiring)
8. Bersikap menghargai (praising)

2. Pendekatan prilaku pemimpin (behavior theory)
Study kepemimpinan yang menekankan kepada berbagai prilaku pemimpin yaitu,untuk memberikan jawaban atau pertanyaan how leader behave.pendekatan ini memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku dari sifat-sifat pemimpin karena sifat seseorang kadang menipu penglihatan sehingga sulit diidentifikasi secara pasti.
Mintorogo (1996) menyatakan bahwa prilaku kepemimpinan merupakan tindakan-tindakan spesifik seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mengkoordinasikan kerja anggota kelompok.sehingga kita dapat mempelajarinya sebagaimana yang dikatakan hoy dan miskel (1982) bahwa prilaku kepemimpinan dapat dipelajari.
Menelaah prilaku kepemimpinan dapat didentifikasi dari dua aspek yaitu dari fungsi kepemimpinan yang dijalankan dan dari gaya tyang ditunjukkan pemimpin.

a. Fungsi kepemimpinan
Organisasi berisi sekelompok orang yang satu diantaranya dibutuhkan untuk menggerakkan mereka agarbekerja dengan efektif.
b. Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan merupakan norma atau dapat juga diartikan sebagai prilaku dalam memperagakan kepemimpinan.
Beberapa gaya kepemimpinan dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Gaya dasar kepemimpinan
2. Teori x dan teori y
3. Menajemen dari rensis likert (likert’s management system)
4. Kisi-kisi manajerial (managerial gril) dari blake and mouton
5. Studi ohio state
6. W.J. reddin dalam “the 3-D theory

3. Pendekatan kontingensi
Studi kepemimpinan yang disebut pendekatan kontingensi, yaitu suatu study kepemimpinan yang hakikatnya berusaha untuk memenuhi jawaban atas pertanyaan what makes the leader effective. Bahwa yang membuat kepemimpinan itu efektif itu bukan hanya karena keberadaan pemimpinnya itu sendiri tetapi ada pariable lain yang turut menentukan. Menurut Blanchard (1995) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kepemimpinan yaitu :
1. Kepribadian, pengalaan masa lampau, dan harapan pemimpin
2. Harapan dan prilaku atasan
3. Tuntutan tugas yang di berikan
4. Harapan dan prilaku rekan
5. Karakteristik, harapan,dan prilaku bawahan
6. Kultur dan kebijakan organisasi

a. Model kepemimpinan situasional hrsey dan Blanchard
Teori model ini adalah bahwa kepemimpinan yang paling efektif adalah sesuai dengan kematangan anggota organisasi. Kematangan diartikan sebagai kesiapan anggota organisasi menerima tanggung jawab dan tugas serta memiliki motivasi untuk berprestasi.aplikasi model ini adalah pada hubngan pemimpin dengan anggota yang mana pemimpin menyesuaikan dengan perkembangan dan kamatangan anggota dengan mengikuti fase daur hidup (life cycle theory). Berdasrkan fase daur kehidupan, seorang pemimpin perlu mengubah gaya kepemimpinan sesuai dengan perkembangan setiap tahap kematangan hidup anggota.

b. Model kepemimpinan situasional dari fred E. fiedler
Fiedler berpansdapat bahwa tidak ada satupun gaya kepemimpinan yang cocok untuk seluruh situasi, namun juga tidak mudah menggantyi gaya kepemimpinan dari satu situasi ke situasi yang lain . hal ini tergantung pada motivasi seorang pemimpin

4. Perubahan sosial dan gaya kepemimpinan
Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai citra “tidak pernah selesai” keberhasilaan kemarin sekaligus menjadi perjuangan hari ini sedangkan keberhasilan hari ini merupakan perjuangan hari esok.
Keahlian menejerial dengan kepemimpinan merupakan dua peran yang berbeda. Seorang menejer yang baik adalah seseorang yang mampu menangani kompleksitas organisasi .
Terdapat tiga jenis kepemimpinan yang dipandang representatif dengan tuntutan era desentralisasi yaitu:
1. Kepemimpinan tradisional
Kepemimpinan tradisional adalah kepemimpinan yang menekankan kepada tugas yang dikeemban bawahan. Peran kepemimpinan tradisional lebih kepada peran sebagai menejer, karena ia sangat terlibat dengan aspek-aspek prosedurial menejerial yang metodelitis dan fisik
2. Kepemimpinan transformasional
Pemimpin transpormasional adalah pemimpin yang memiliki wawasan yang jauh kedepan dan berupaya memperbaiki dan mengembangkan organisasi bukan di masa ini tetapi masa akan datang. Seorang pemimpin transpormasional memandang nilai-nilai organisasi sebagai nilai-nilai luhur yang perlu dirancang dan ditetapkan oleh seluruh staf sehingga para staf memilikinya dan komitmen dalam melaksanakannya.
3. Kepemimpinan visioner
Kepemimpianan visioner adalah kemampuan pemimpin dalam mencipta, merumuskan, mengkomunikasi dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau diyakini sebagai cita-cita organisasi dimasa depan yang harus di raih atau diwujudkan melalui komitmen semua personil.
Sifat-sifat seorang visioner, selain dia mampu melihat dan memanfaatkan peluang-peluang di masa depan ia juga memiliki prinsip kepemimpinan seperti yang dikemukakan Stephen R. covey (1997:27-37) tentang pemipin yang berprinsip , dengan cirri-ciri ebagai berikut:
• Selalu belajar (terus menerus)
• Berorientasi pada pelayanan
• Memancarkan energy positif
• Mempercayai orang lain
• Hidup seimbang


KOMUNIKASI


A. Pegertian komunikasi
Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common).istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Para ahli mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang merka masing-masing.
Ross (1983:8) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan syimbol-simbol sedemikian rupa, sehingga membantu penggemar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.
Komunikasi adalah suatu pemindahan makna /pemahaman dari pengirim kepada penerima, didalamnya tercakup tiga bagian penting dari komunikasi yang efektif yakni sang pengirim, sang penerima dan keberhasilan pengiriman makna (Gipson,1988:4).

B. Unsur-unsur dan proses dalam komunikasi
Komunikasi pada dasarnya adalah proses penyampaian pesan. Oleh karena itu, ada unsur-unsur pokok dalam komunikasi yaitu sebagai berikut :
1. Komiunikator, adalah orang yang menyampaikan pesan kepada orang lain
2. Komunokan, adalah orang yang menerima pesan dari orang lain
3. Pesan, adalah sesuatu yang disampaikan dapat berupa informasi, perasaan, instruksi, dan lain-lain.
4. Media, adalah bentuk atau cara pesan itu disampaikan, media dapat berupa lisan, tertulis, film,dan bentuk lainnya
5. Efek,adalah perubahan yang terjadi pada komunikan sesuai dengan harapan komunikator

C. Bentuk komunikasi
Secara garis besar bentuk komunikasi dibagi kedalam dua bentuk besar, yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan symbol-simbol yang berlaku umum atau yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang dalam proses komunikasi. Symbol-simbol yang digunakan oleh orang dalam komunikasi itu dapat berupa surat, tulisan atau dalam bentuk gambar-gambar.
Komunikasi non-vormal adalah komunikasi yang menggunakan sejumlah kumpulan dari isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya yang memungkan seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain . Perbedaan yang muncul dalam komunikasi non-vormal adalah tidak keluarnya symbol-simbol yang dipahami oleh banyak orang dan lebih bersifat spontanitas.
Duncan menjelaskan lima macam bentuk komunikasi non-verbal yaitu:
1. Kinesic, cara berkomunikasi dengan gerakan badan, tangan, ekspresi wajah dan sebagainya
2. Proxemics, cara berkomunikasi yang tandanya bagaimana pihak-pihak yang berkomunikasi menempatkan diri secara fisik dalm suatu komunikasi.
3. Chronemics, perilaku komunikasi berdasarkan lama atau sebentarnya terputus suatu komunikasi lisan
4. Occulecics, gerakan mata
5. Physical appeaence, penampilan fisik

Komunikasi verbal dan non verbal di pentingkan dalam organisasi dan dapat melingkupi komunikasi internal dan external. Komunikasi internal adalah komunikasi pada internal organisasi yang meliputi komunikasi personal, komunikasi kelompok sedengkan komunikasi external adalah komunikasi antara pemimpin organisasi dengan khalayak diluar organisasi.
1. Komunikasi personal (personal communication)
Komunikasi personal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang yang berlangsung secara tatap muka atau melalui media komunikasi tatap muka disebut juga komunikasi antarpribadi, komunikasi antar pribadi didefenisikan sebagai pengiriman pesan di antara dua atau lebih individu (lili weri, 1994:7-8).
Muhammad (2002:165) menjelaskan tujuan komunikasi antar pribadi yaitu:
a. Menemukan diri sendiri
b. Menemukan dunia luar
c. Membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti
d. Perubahan sikap dan perilaku
e. Untuk bermain dan kesenangan
f. Untuk membantu

2. Komunikasi kelompok (group communication)
Komunikasi kelompok adalah komunikasi antar seorang dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka biasa bisa kelompok besar atau kelompok kecil.

D. Pesan dan gangguan dalam komunikasi
1. Informasi pesan dan dalam komunikasi
Informasi adalah hasil dari proses intelektual seseorang. Proses intelektual adalah mengolah meproses stimulus, yang masuk kedalam diri individu melalui panca indra, kemudian diteruskan keotak untuk di olah dengan pengetahuan, pengalaman, selera, dan iman yang dimiliki seseorang.
2. Gangguan atau noise dalam komunikasi
Gangguan dalam komunikasi adalah hal-hal yang muncul dalam komunikasi yang menyebabkan komunikasi terhambat, artinya perilaku yang diharapkan muncul tidak muncul karna terhambatnya pesan yang di sampaikan atau pemilihan media yang tidak sesuai dengan karakteritik pesa yang ingin di sampaikan.
3. Struktur jaringan dalam komunikasi
Struktur jaringan komunikasi adalah dapat di bagi kedalam lima struktur yaitu:
a. Struktur lingkaran
b. Struktur roda
c. Struktur Y
d. Struktur rantai
e. Struktur semua saluran

E. Teknologi informasi dalam komunikasi
1. Teknologi informasi
Adapun jenis-jenis teknologi dalam komunikasi organisasi dapat di katagorikan sebagai berikut:
a. Teknologi dalam komunikasi tertulis
b. Teknologi dalam komunikasi lisan

2. Permasalahan dalam komunikasi teknologi informasi


MOTIVASI

A. Pengertian motivasi dan motif
Kata motivasi berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti “bergerak” yang dimaksudkan sebagai “ bergerak untuk maju”. Motivasi dalam konteks organsasi dijelaskan hasibuan (1991: 183), sebagai suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga tercapai keinginan para pegawai sekaligus tercapainya tujuan organisasi.
Siagian (1980:128) mengartikan motivasi sebagai keseluruhan proses pembarian motif bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Pengertian motivasi menurut sardiman.(1994:12) menyatakan bahwa :”motivasi dapat dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu”.
Pengertian motif , antara lain sebagai berikut:
1. Motif adalah suatu pernyataan yang kompleks dalam suatu organism yang mengarah pada tingkah laku kepada suatu tujuan atau perangsang.(purwanto,1990:5)
2. Motif adalah suatu daya yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu atau keadaan seseorang atau organism yang menyebabkan kesiapan untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan (moh.uzer usman,1992:24)
3. Motif adalah daya upaya yang mendorong seseoramng untuk melakukan sesuatu, motif, dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan (sardimanA.m,1994:73)
4. Gualmik mengatakan bahwa motif merupakan suatu rangsangan dari dalam (innerdrive ),gerak hati(impulse)dan sebagainya yang menyebabkan sesorang melakukan suatu aktivitas atau tindakan tertentu.

Indicator untuk mengetahui motivasi seseorang dalam suatu kegiatan menurut makmun(1990:4), yaitu :
1. Durasi kegiatan,(berapa lama kemampuan penggunaan waktu untuk melakukan kegiatan)
2. Frekuensi kegiatan,(berapa sering kegiatan dilakukan dalam priode waktu tertentu)
3. Persistensinya,(ketetapan dan kelekatannya) pada tujuan kegiatan
4. Ketabahan, keulatan dan kesulitan untuk mencapai tujuan
5. Pengabdian dan pengorbanan untuk mencapai tujuan
6. Tingkat aspirasi,(maksud, rencana, cita-cita, sasaran atau target)
7. Tigkat kualivikasi prestasi atau produk yang dicapai dari kegiatannya
8. Arah sikapnya terhadap sasaran kegiatan

B. Tujuan motivasi
Motivasi diberiakan sebagai upaya memelihara semangat kerja kariawan agar pekerjaan dapat dilakdanakan dengan optimal. Motivasi ditujukan sebagai upaya mendorong dan merngsang pegawai untuk melakukan kegiatan atau tugasnya dengan rasa kesadaran
Hasibuan (1991:196) memerinci tujuan pelaksanaan motivasi yaitu :
1. Mengubah prilaku pegawai sesuai dengan keinginan pemimpin
2. Meningkatkan kegairahan pegawai
3. Meningkatkan disiplin pegawai
4. Meningkatkan kesejahteraan pegawai
5. Meningkatkan prestasi kerja pegawai

C. Prinsip-prinsip motivasi
1. Prinsip kompetisi
Kompetisi adalah sebuah upaya untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang memperlihatkan seluruh kemampuannya dengan difasilitasi secara sehat dan benar. Prinsip kopetensi adalah persaingan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, prinsip lainnya bahwa dalam kompetensi itu terkandung kejujuran dan keterbukaan.
2. Prinsip pemacu
Pemacu merupakan upaya dalam memberikan sebuah dorongan yang berupa tindakan positif sehingga pihak yang diberi motovasi menyegerakan tindakan tersebut.
3. Prinsip Ganjaran dan Hukuman
Prinsip ganjaran dan hukuman biasanya dilakukan kepada anak-anak dengan tujuan supaya anak termotivsi untuk belajar. Misalnya apabila tidak belajar maka tidak akan diberi uang jajan dan sebaliknya apabila rajin belajar dan rangkingnya naik maka akan dibelikan sepeda
4. Kejelasan dan kedekatan tujuan
Prinsip kejelasan dan kedekatan ini dimaksudkan bahwa apabila suatu pekerjaan sudah jelas dipahami maka akan memberikan dorongan tersendiri bagi orang yang mengerjakan tersebut
5. Pemahaman Hasil
Pemahaman hasil merupakan suatu pengetahuan atau pengertian dari seseorang dlam memahami hasil keja yang akan diperoleh nanti setelah pekerjaannya tersebut selesai.
6. Penembangan Minat
Prinsip pengembangan minat merupakan prinsip yang benar-benar menyesuaikan kondisi orang yang diberi motivasi tersebut, karena ini bertujuan bahwa minat sesorang biasa dijadikan dorongan untuk meningkatkan semangat kerja
7. Lingkungan yang Kondusif
Lingkungan yang kondusif dapat memberiakan motivasi bagi seseorang untuk bekerja.
8. Keteladanan
Prinsip keteladanan merupakan bentuk motivasi yang datang dari luar secara tidak langsung, karena prinsip ini merupakan figure dari seseorang seperti dari atasan atau pimpinan.

D. Jenis dan teori motivasi
1. Jenis motivasi
2. Teori motivasi
3. Teori kebutuhan erg alderfer
4. Teori kebutuhan Herzberg
5. Teori kebutuhan Mclelland

E. Faktor-faktor motivasi
Faktor-faktor yang ada dalam motivasi dijelaskan (1977:53)sebagai berikut :
1. Kebutuhan-kebutuhan manusia
2. Kebutuhan hubungan
3. Kepemimpinan
4. Perangsang
5. Supervise
6. Sikap dan semangat
7. Disiplin

F. Teknik-teknik motifasi
Nitisemito (1992:170) merinci teknik-teknik motivasi sebagai berikut:
1. Pmberian gaji yang cukup
2. Memperhatikan kebutuhan sosial
3. Sesekali menciptakan suasana santai
4. Memperhatikan harga diri
5. Menempatkan kariawan pada posisi yang tepat
6. Memberikan kesempatan untuk maju
7. Memperhatikan perasaan aman para pegawainya untuk menghadapi masa depan
8. Megusahakan loyalitas kariawan
9. Sesekali mengajak kariawan untuk berunding


PENGAWASAN

A. Konsep dasaar kepengawasan
1. Pengertian pengawasan
Terdapat banyak istilah yang berkaitan dengan pengawasan (controlling) yaitu monitoring, correcting, evaluating, dan supervision, istilah-istilah tersebut digunakan sebagai alat kontroling atau pengawasan.pengawasan mengandung arti mengamati terus-menerus, merekam, memberikan penjelasan dan petunjuk
Penguasaan menurut mockihler(stoner 1996:592) adalah suatu usaha sistematis untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapka sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergnakan dengan cara paling efektif dan efesien dalam tujuan organisasi.
Berdasarkan defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengawasan merupakan proses untuk mengetahuai ada tidaknya penyimpangan dalam pelaksanaan rencana agar segera dilakukan upaya perbaikan sehingga dapat memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan secara real merupakan aktivitas yang sesuai dengan apa yang direncanakan
2. Istilah-istilah yang terkait dengan pengwasan
Monitoring dan evaluasi (monev)merupakan aktivitas pengawasan yang pada keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memastikan keberhasilan program
Dunn(2000)menjelaskan bahwa pemantauan (monitoring ) merupakan prosedur analisis kebijakan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang sebab akibat dari kebijakan.sedangkan evaluasi menurut kronbach (1990)merupakan kegiatan pemeriksaan yang sistematis dari peristiwa yang terjadi dan akibatnya pada saat program dilaksanakan dan diarahkan untuk memperbaiki program
3. Proses pengawasan
Proses dasar pengawasan meliputi tiga tahap :
a. Menetapkan standar pelaksanaan;
b. Pengukuran pelaksanaan;
c. Menentukan kesenjangan (deviasi) antara pelaksanaan dengan standard dan rencana
4. Tujuan pengawasan
Pengawasan secara umum bertujuan untuk mengendalikan kegiatan agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sehingga hasil pelaksanaan pekerjaan diperoleh secara efisien dan efektif sesuai dengan sencana yang telah ditentukan dalam program kegiatan
5. Fungsi pengawasan
Pengawasan yang efektif berfungsi sebagai”early warning system”,atau system peningkatan dini yang sanggup memberikan informasi awal mengenai persiapan program, keterlaksanaan program,dan keberhasilan program
6. Prinsip kerja pelaksanaan pengawasan
7. Manfaat pengawasan
Pengawasan diharapkan menjadi alat atau sarana yang berguna untuk menghilangkan atau mengurangi kebocoran, penyimpangan, pemborosaan dan penyalahgunaan dan kewenangan yang terjadi pada satu organisasi.
8. Jenis pengawasan

B. Pengawasan dalam bidang pendidikan
1. Defenisi pengawasan
2. Tugas dan tanggung jawab pengawasan
3. Fungsi pengawasan
4. Kualifikasi pengawasan
5. Jenis pengawasan

C. Superfisi pendidikan dalam praktik pengawasan
1. Konsep dasar super visi pendidikan
2. Sasaran super visi pendidikan
3. Fungsi super visi pendidikan
4. Teknik super visi pendidikan
D. Dialog professional penjaminan mutu
1. Pentingnya dialog
2. Mengapa harus dialog ?
3. Apa isi dialog ?
4. Bagaimana melakukan dialog yang evektif ?
5. Adakah mekanisme yang bisa sikembangkan ?

Post a Comment