Total Pageviews

Monday, May 2, 2011

SISTEM PENDIDIKAN DI AMERIKA SERIKAT

       Pada tahun 2001 tepatnya dari tanggal 2 s.d. 16 Juni beberapa orang pejabat eselon II di lingkungan Departemen Agama pusat dan daerah mengunjungi Amerika Serikat, khususnya di negara bagian Virginia, guna melakukan studi banding di bidang pendidikan. Hasil studi banding telah dilaporkan kepada pimpinan Departemen Agama, namun kemungkinan sebagian kecil saja yang mengetahuinya. Bahkan peserta yang ikut melakukan studi banding mungkin lupa karena tertindih dengan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di unit masing-masing. Berikut ini saya coba untuk menuturkan kembali beberapa hal yang terkait dengan hasil studi banding tersebut.
                                                                           
Sekilas tentang sistem pendidikan di AS


       Ada dua macam pendidikan di AS, yaitu negeri dan swasta; namun antara keduanya ada pendidikan di rumah. Karena tidak disebutkan dalam konstitusi, maka tanggung jawab pendidikan adalah pada negara bagian. Pengawasan pendidikan dilakukan oleh 3 pihak, yaitu federal, state, dan local control. Di tingkat lokal, pengawasan dilakukan oleh dewan sekolah, pengawas, sekolah kabupaten, orang tua, dan masyarakat. Tiap state atau negara bagian memiliki sistem pendidikan tersendiri, sehingga ada 50 macam sistem pendidikan di AS sesuai dengan jumlah negara bagian. Masing-masing mendelegasikan kekuasaannya kepada dewan sekolah. Karena itu kontrol pendidikan terletak pada sekolah dan masyarakat di kabupaten.
       Tiap sekolah memiliki sistem pendidikan. Jika jumlah sekolah di AS ada 14.000, ini berarti ada 14.000 macam sistem pendidikan. Jumlah tersebut dari tahun ke tahun menurun. Pada tahun 1930 sebanyak 130.000 ribu, dan pada tahun 2000 tinggal 14.000. Jam belajar diatur setiap hari antara 6-7 jam, termasuk makan siang. Dalam setahun hari masuk sekitar 180-190 yang terbagi dalam 4 kuartal @ 9 minggu untuk SMU. Sedangkan tingkat SD-SLTP sehari antara 6-7 jam pelajaran @ 45-55 menit. Terkadang ada penjadwalan dengan waktu 90 menit yang disebut dengan (block(.
       Kurikulum inti ditentukan oleh tiap state, terdiri dari: seni bahasa (menulis, ejaan, membaca), bahasa, sains, matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan olah raga. Persyaratan lulusan ditentukan oleh tiap state, dan saat itu 34 states mengharuskan tes bagi siswa yang menghasilkan produk, jadi bukan tes tertulis. Produk tersebut antara lain berupa hasil riset dan dipresentasikan di depan kelas. Ebtanas tidak ada. Nampaknya, tidak ada satu sistem pendidikan tertentu yang harus dianut di AS.

Konsep pendidikan leadership dan management


       Leadership dan management dibedakan karena fungsinya, yaitu: leadership berfungsi untuk melakukan perubahan, sedangkan management berfungsi untuk mengatasi kompleksitas atau mempertahankan status quo. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu: (a)menetapkan sesuatu yang harus dikerjakan, (b)membuat jaringan kerja dan hubungan guna mencapai tujuan, dan (c)berupaya meyakinkan agar orang mau melakukan pekerjaannya.

Konsep kebijakan


       Kebijakan pendidikan dibuat oleh federal, state, dan sekolah tingkat kabupaten; dan dilaksanakan oleh superintendent atau pengawas. Nilai yang diperdebatkan di bidang pendidikan ada empat, yaitu: (a)persamaan, bahwa setiap anak mendapat kesempatan untuk belajar, (b)efisiensi, (c)otonomi, dan (d)berkualitas tinggi. Dukungan politik harus selaras agar tujuan pendidikan tercapai, dan filosofinya harus sama.

Penataan pendidikan


        Penataan pendidikan dilakukan oleh 4 tingkat, yaitu: (a)lokal, terdiri dari dewan sekolah, superintendent, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat; (b)wilayah, terdapat di beberapa negara bagian saja (29 states) yang melakukan koordinasi dan jasa lain seperti konsultasi, SDM bidang kurikulum, pengajaran, evaluasi, dan diklat; (c)state, membuat peraturan sekolah dan membentuk dewan sekolah; dan (d)federal, yang memberikan dukungan keuangan, tetapi tidak ikut campur dalam kebijakan pendidikan. Sekolah swasta mengikuti aturan yang diberlakukan di sekolah negeri baik bidang kurikulum, kesejahteraan siswa, kesehatan, dan lain-lainnya.

Perbandingan sistem pendidikan di AS dan di Indonesia


       Perbandingan yang jelas dari segi guru adalah di bidang persyaratan. Guru harus memiliki lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh National Board for Professional Teaching Standards. Lisensi ini harus diperbarui setiap 5 tahun. Guru harus berpendidikan minimal S-1 di bidang mata pelajaran yang diajarkan, dan menguasai metode pembelajaran. Pembaruan lisensi dimaksudkan agar guru selalu mengikuti perkembangan dan menambah pengetahuannya. Ia harus mengambil course di perguruan tinggi yang mencapai 180 poin, atau ekivalen dengan 6 kredit.

KURIKULUM DAN GAJI GURU
         Persyaratan lulusan siswa di Amerika Serikat ditentukan oleh tiap state, dan pada tahun 2001 sebanyak 34 states mengharuskan tes bagi siswa yang menghasilkan produk, bukan tes tertulis. Produk yang dihasilkan antara lain berupa hasil riset yang dipresentasikan di depan kelas. Ebtanas tidak ada. Nampaknya, tidak ada satu sistem pendidikan tertentu yang harus dianut di AS. Guru minimal berpendidikan S-1 di bidang mata pelajaran yang diajarkan, dan menguasai metode pembelajaran. Guru harus memiliki lisensi (semacam sertifikat) mengajar yang harus diperbarui setiap 5 tahun. Pembaruan lisensi dimaksudkan agar guru selalu mengikuti perkembangan dan menambah pengetahuannya. Caranya, guru harus mengambil course di perguruan tinggi sebanyak 6 kredit unit.
                                                                 
Kurikulum


       Kurikulum adalah dokumen atau perencanaan dalam sistem sekolah yang menetapkan kerja guru dan berfungsi menfokuskan serta mengaitkan pekerjaan guru. Ada 3 macam kurikulum, yaitu: (a)written atau tertulis, (b)taught atau diajarkan, dan (c)tested atau diujikan. Guru harus tahu kurikulum yang tertulis, harus tahu materi dan cara mengajarkan materi tersebut. Selain itu guru harus menguji murid berdasar bahan yang diajarkan. Kurikulum harus divalidasi apakah sudah benar dan mengetahui bagaimana menguji kebenaran tersebut. Caranya antara lain dengan menggunakan (matrik validasi( dari berbagai segi (seperti menurut standar nasional, ebta, kebijakan, pendapat guru, alumni, textbook, dan lain-lain) terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan sikap anak didik.


       Ada juklak kurikulum yang dibuat dengan memperhatikan 5 elemen, yaitu: (a)kejelasan dan validitas sasaran, (b)sesuai dengan yang diujikan, (c)tingkat sasaran yang diinginkan, (d)korelasi sumber daya dengan sasaran, dan (e)kegiatan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh guru. Masing-masing elemen diberi bobot antara 0-3. Bobot terendah (0) bila elemen tidak mendukung, dan bobot tertinggi (3) bila elemen sangat sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian bobot terendah adalah 0 dan bobot tertinggi adalah 15. Kurikulum dikatakan baik jika bobotnya bernilai >12.


       Jaminan untuk meningkatkan penilaian siswa ada 3, yaitu: (a)mengajarkan yang akan diujikan (content alignment), (b)mengajarkan sesuai dengan cara menguji (context alignment), dan (c)menguasai cara pembelajaran agar 90% siswa berhasil. Dalam kurva normal, pernyataan yang dapat diekspresikan adalah (a)(Saya ingin semua siswa belajar,( dan (b)(Saya ingin semua siswa lulus.( Keinginan agar siswa mendapat nilai di atas rata-rata adalah sesuatu yang tak mungkin dalam kurva normal. Hal ini dapat terjadi dalam kurva (J(, kondisi di mana semua siswa belajar dan hasilnya di atas rata-rata.


       Berdasarkan pembahasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa seorang guru harus berperan dalam berbagai hal, yaitu: (a)mengetahui kurikulum yang tertulis, (b)memantau kurikulum yang diajarkan, (c)memberi masukan terhadap kurikulum yang tertulis dan diujikan, (d)menganalisis data ujian, (e)menentukan rencana pengembangan pencapaian akhir siswa dengan melibatkan semua guru, dan (f)memberitahu orang tua siswa cara membantu anaknya agar berhasil.

Personil


       Jumlah guru merupakan problem di AS, karena masih dirasakan kekurangan jumlah guru, termasuk mahasiswa yang masuk di perguruan tinggi sebagai calon guru. Sertifikasi guru dilakukan oleh National Board for Professional Teaching Standards. Guru harus tahu isi pelajaran dan cara mengajarkannya.


       Rekrutmen guru dilakukan dengan upaya: (a)mencari dan menginterview mahasiswa yang berpotensi, (b)menghadiri pameran kerja yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi, (c)mengiklankan pelamar multikultur baik lokal, nasional, maupun internasional, (d)menawarkan bonus, dan (e)memasang website. Apabila ada calon guru yang mendaftar, maka seleksi dan penempatan dilakukan oleh Kantor Administrasi Kabupaten, termasuk penggajiannya. Kepala sekolah juga ikut menyeleksi.


       Perpindahan ke tempat tugas lain dilakukan dengan pertimbangan ketersediaan dan senioritas guru. Guru pemula dibimbing dengan mentoring oleh guru berpengalaman secara sukarela (tidak ada honor bagi mentor), di luar jam sekolah, sekali dalam satu atau dua minggu. Materi bimbingan antara lain: desain kurikulum, pengelolaan kelas, pembuatan soal ujian, komunikasi dengan orang tua siswa, dan pengelompokan siswa karena cara pengajaran yang berbeda.

Gaji guru


      Bagi guru pemula, gaji antara $25.000 - $35.000 per tahun. Kalau dikurs dengan rupiah sekitar Rp25.000.000 per bulan. Tapi jangan dianggap sangat besar, karena kebutuhan hidup di AS cukup tinggi, misal untuk sewa apartemen perbulan sekitar $1.000 atau ekivalen dengan Rp10.000.000. Biaya hidup untuk single paling irit $500 per bulan. Kenaikan gaji didasarkan atas masa kerja, bukan pengalaman atau pangkat. Pengarahan pengawas dan kepala sekolah terhadap guru pemula dilakukan secara bertahap dari laissez-faire ke otokratik, yaitu: (a)guru disuruh membuat perencanaan mengajar sesuai dengan keinginan, (b)rencana mengajar dibuat bersama secara kolaboratif, (c)rencana pengajaran sesuai dengan yang disarankan oleh pengawas, atau (d)rencana pengajaran dibuat oleh pengawas yang harus dilaksanakan oleh guru.

VALIDASI KURIKULUM
       Kurikulum yang diterapkan di AS divalidasi kebenarannya. Caranya antara lain dengan menggunakan (matrik validasi( dari segi standar nasional, ebta, kebijakan, pendapat guru, alumni, textbook, dan lain-lain terhadap pengetahuan, ketrampilan, dan sikap anak didik. Untuk mengukur standar kurva normal kelulusan ada dua hal yaitu keinginan agar semua siswa belajar, dan keinginan semua siswa lulus. Keinginan agar siswa mendapat nilai di atas rata-rata adalah sesuatu yang tak mungkin dalam kurva normal. Guru dengan gaji awal sekitar Rp25 juta per bulan memili 6 peran, yaitu: (a)mengetahui kurikulum yang tertulis, (b)memantau kurikulum yang diajarkan, (c)memberi masukan terhadap kurikulum yang tertulis dan diujikan, (d)menganalisis data ujian, (e)menentukan rencana pengembangan pencapaian akhir siswa dengan melibatkan semua guru, dan (f)memberitahu orang tua siswa cara membantu anaknya agar berhasil.

Model pengambilan kebijakan
       Di AS juga ada kantor semacam dinas pendidikan. Di kota Arlington, misalnya, kantor tersebut bernama American Association of School Administrator (AASA). Ketika berbincang-bincang dengan Kepala Bagian Public Policy dijelaskan bahwa pada intinya AASA melakukan lobby untuk menggoalkan kebijakan yang diinginkan. Jika lobby dilakukan kepada orang-orang tertentu belum berhasil, maka masyarakat diberitahu issu yang dimunculkan agar masyarakat sendiri menelepon pihak penentu kebijakan. Karena banyak yang memunculkan issu dimaksud, bisa jadi pihak pengambil kebijakan memenuhi keinginannya. Lobby kepada orang-orang tertentu ternyata lebih baik ketimbang dengan cara pengambilan keputusan secara voting. Hal tersebut biasa dilaksanakan, termasuk saat sidang DPR. Ketika kunjungan ke AS peserta mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam sidang di Capitol Hill yang membahas Ebtanas. Terjadi perdebatan tentang keperluan Ebtanas sebagaimana keinginan Presiden Bush (waktu itu) dan pemberian voucher (bantuan keuangan) kepada sekolah swasta (agama). Sidang hanya dihadiri oleh beberapa senator saja, karena yang lain melakukan lobby dengan pihak-pihak tertentu.

Peranan federal dalam pendidikan
       Saat berkunjung ke anggota Kongres dari Virginia sempat ditemui oleh Tom Davis (Representatif), sedangkan senatornya sendiri, John Warner tidak dapat hadir. Pembicaraan berkaitan dengan rencana pembaruan di bidang pendidikan berupa tes secara nasional (ebtanas) dan pemberian voucher (bantuan uang) untuk sekolah swasta (agama). Sidang di Capitol sedang berlangsung, yang setiap kegiatan dapat dipantau dari sinyal jam dinding, seperti kapan harus masuk ke ruang sidang, dan lain sebagainya. Dari pandangan langsung ke ruang sidang, ternyata dari 100 orang senator wakil dari 50 negara bagian (@ 2 orang), yang hadir di ruang sidang lebih kurang dari 100 orang secara bergantian. Mereka datang ke sidang hanya untuk bicara, dan pergi lagi untuk melakukan lobby dengan pihak tertentu.

Pengembangan profesi guru
       Pelaksanaan pengembangan guru dilakukan dengan cara mentoring,  latihan reflektif, dan penelitian. Penelitian dilakukan karena bertitik tolak dari (kebimbangan( untuk mencapai sesuatu, bukan dari hipotesis yang akan dites kebenarannya. Mentoring terhadap guru pemula dilakukan oleh guru-guru berkualitas, multikultural, dari berbagai sekolah di bidang pengajaran melalui multilingual.

Pembelajaran di sekolah
       Bagaimana kurikulum di sekolah SLTP misalnya? Ada sebuah sekolah model di kota Fairfax, Virginia yaitu SLTP Model Rachel Carson Middle School. Sekolah ini tergolong modern dan dilengkapi dengan peralatan dan teknologi terkini. Kelas dari beberapa guru bergabung dalam ruangan yang besar. Jumlah siswa 975 orang, 100 di antaranya makan pagi di sekolah. Siswa hanya terbebani 5 buah mata pelajaran wajib dan 2 buah pilihan. Pelajaran wajib terdiri dari: (a)bahasa Inggris, (b)sejarah AS, (c)IPS, (d)penjaskes, dan (e)matematika. Pelajaran pilihan antara lain: band, broadcasting, drama, ketrampilan dasar seperti menjahit, pilot pesawat terbang, pembuatan mobil-mobilan dan pesawat, robotic dan semacamnya, serta komputer.

Pendidikan multikultural
       Tujuan utama multikultural adalah keberhasilan semua siswa, terutama yang memiliki hambatan bahasa karena berasal dari berbagai belahan dunia. Penyajian pelajaran dilakukan dengan memasukkan kultur siswa, sehingga mudah dicerna. Rasa prejudice atau kecurigaan dikurangi agar terjadi pemerataan pedagogi berdasarkan keperluan dan kemampuan siswa. Perbedaan budaya di rumah dan di sekolah didekatkan. Praktek pengajaran seperti ini akan disinggung dalam membicarakan model pembelajaran di Falls Church High School.
SEKOLAH ISLAM DI AMERIKA
       Di AS ada kantor dinas pendidikan yang disebut American Association of School Administrator (AASA). Kantor ini melakukan lobby untuk menggoalkan kebijakan yang diinginkan. Masyarakat diberitahu issu yang dimunculkan agar dapat menelepon pihak penentu kebijakan. Karena banyak yang memunculkan issu dimaksud, bisa jadi pihak pengambil kebijakan memenuhi keinginannya. Lobby kepada orang-orang tertentu ternyata lebih baik ketimbang dengan cara pengambilan keputusan secara voting. Nampaknya sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia, karena masyarakat cukup “mewakilkan” orang di DPR yang sering tidak memenuhi harapan yang memberi mandat perwakilan.

                       

       Sekolah Islam di Amerika Serikat: satu contoh
Untuk mengetahui tentang pendidikan Islam di AS, kita dapat melongok ke sebuah sekolah di negara bagian Maryland yang tak jauh dari Virginia dan Washington D.C. Sekolah tersebut adalah Al-Huda School, Darus Salam berlokasi di 5301 Edgelwood Road, College Park, Maryland, 20740. Kepala sekolah, Dr. Khalid Obeid, dan anggota Syura, Sayeed Jaweed menjelaskan tentang misi, proyek, dan pendanaan. Sedangkan wakil kepala sekolah, Jose Acevedo menjelaskan tentang kurikulum, dan pengembangan kurikulum. Sekolah Al-Huda didirikan tahun 1995 dengan maksud untuk memberikan pendidikan kepada anak didik agar ajaran Islam yang dipeluk tidak musnah ditelan situasi. Pelajaran akhlak sangat ditekankan, guna mengantisipasi kebrutalan anak remaja seperti terjadi di AS dalam penembakan terhadap guru atau teman sekolahnya.
Bahasa Arab diperkenalkan dengan penggunaan langsung dalam kehidupan sekolah. Metode pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa kedua sama dengan cara yang dipakai dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Pada prinsipnya kurikulum yang dipakai adalah standar yang diberlakukan di Kabupaten Montgomery, ditambah dengan bahasa Arab, al-Quran, dan pelajaran keislaman lainnya.
       Orang tua murid tidak mutlak harus beragama Islam. Ada murid yang salah satu orang tuanya muslim, tetapi yang lainnya masih belum menerima ajaran Islam sebagai suatu kebenaran. Meski jumlah murid tidak banyak, namun hasil yang dicapai memuaskan. Ada seorang anak kelas 6 yang dapat berdakwah mengajak orang tuanya masuk Islam, dan berangan-angan kakek dan neneknya mau masuk Islam.
      Semua fasilitas sekolah didanai dari orang-orang Islam sendiri. Sebagai sekolah swasta, tak ada bantuan dana dari pemerintah, sehingga tiap orang tua membayar kontribusi untuk SPP sebanyak $3.700. Karena itu gaji guru lebih rendah dari pada guru di sekolah negeri, yaitu $ 22.000-$24.000 per tahun.

Pelajaran keislaman di AS: satu contoh
       Ada sebuah organisasi keagamaan yang menyelenggarakan pendidikan keislaman. Islamic Academy of Muslim Community Center (MCC), di 15200 New Hampshire Avenue, Silver Spring, Maryland 20905 misalnya. MCC didirikan tahun 1976 dan mendapat dukungan dari masyarakat cukup bagus. Sebagai organisasi keagamaan, pendidikan, dan LSM sosial, MCC memiliki visi untuk menciptakan masyarakat Muslim yang bangga akan hazanah keislaman dan memberikan contoh kebaikan prinsip dan nilai-nilai Islam. Sekolah Islam MCC pada mulanya hanya menyelenggarakan kegiatan pelajaran keislaman kepada anak-anak setiap hari Minggu dari pukul 11:00-13:00. Arealnya seluas 9,57 hektar yang dibeli tunai. Dengan pengumpulan uang dari para donatur, pada tahun 1980 mendirikan gedung berlantai dua, dan tahun 1981 baru dimulai sekolah minggu.
      Tahun 1984 bangunan tahap kedua berlantai tiga yang menggabung dengan bangunan sebelumnya didirikan, dan tahun 1994 selesai membangun masjid senilai $1,2 juta dengan desain dua lantai dan dipersiapkan untuk kemungkinan perluasannya. Daya tampung masjid untuk salat Jumat 600 orang, dan untuk salat Id menggunakan bangunan lainnya guna menampung jamaah yang jumlahnya melebihi 1.000 orang. Sejak 1997 dibuka sekolah hanya sampai kelas 6, dan lulusannya melanjutkan ke Al-Huda School. MCC. Perpustakaan yang dimiliki terdiri dari buku dengan berbagai macam bahasa, paling banyak bahasa Urdu. Diharapkan ada buku atau al-Quran yang berbahasa Indonesia untuk memperkaya directory.

Pelaksanaan pendidikan multikultural
       Sekolah yang mempraktekkan pendidikan multikultural misalnya Falls Church High School yang dikepalai Dr. Vera Blake. Sesuai dengan metode pembelajaran pendidikan multikultural, guru melakukan pendekatan kultur anak didik untuk menyampaikan materi pelajaran. Siswa berasal dari berbagai kultur.
Dalam pengamatan langsung di kelas dapat disaksikan misalnya dalam praktek pengajaran geografi yang tidak sekedar mengetahui nama tempat atau lokasi daerah, namun juga memahami bentuk teluk, sifat air, susunan tanah, tetumbuhan yang ada, dan hal lain yang berkaitan dengan tanah. Siswa membuat presentasi dengan membuat gambar berwarna pada kertas ukuran plano. Setelah siap, presentasi direkam dengan video camera, guru menanyakan dan membimbing isi penyajian.
      Bagaimana dengan pelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua? Penyajian dilakukan dengan teknik pembelajaran sejarah Amerika. Buku wajib cukup tebal dan sulit untuk dibaca oleh anak. Namun dapat disimplifikasi dengan mengambil buku yang lebih mudah, bahkan dipermudah lagi dengan penggunaan buku yang penuh tayangan gambar. Di setiap ruang terdapat VCR dan layar monitor untuk membantu kemudahan siswa belajar.
MENGAJAR SEBAGAI SUATU PROFESI


        Meski AS dianggap sebagai negara “kafir” oleh sebagian orang, namun ada sekolah atau lembaga yang menyelenggarakan pendidikan Islam. Al-Huda School, Darus Salam di College Park, Maryland misalnya, atau Islamic Academy of Muslim Community Center di Silver Spring, Maryland. Sekolah tersebut didirikan dengan maksud untuk memberikan pendidikan kepada anak didik agar ajaran Islam yang dipeluk tidak musnah ditelan situasi. Pelajaran akhlak sangat ditekankan, guna mengantisipasi kebrutalan anak remaja. Sementara itu organisasi keagamaan Islamic Academy of Muslim Community Center menyelenggarakan pendidikan keislaman untuk menciptakan masyarakat Muslim yang bangga akan hazanah keislaman dan memberikan contoh kebaikan prinsip dan nilai-nilai Islam.

guru mendongeng di salah satu kelas di Amerika
Mengajar sebagai suatu profesi
        Dr. Gary Galluzzo, Wakil Presiden National Board for Professional Teaching Standards (NBPTS) menjelaskan tentang profesi guru. Pada prinsipnya, seorang guru harus menguasai bidang mata pelajaran yang diajarkan dan metode pembelajarannya. Guru harus mempunyai lisensi yang dikeluarkan oleh NBPTS, dan berlaku untuk waktu 5 tahun. Selanjutnya guru tersebut harus memperbarui lisensi dan mengambil pelajaran di perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya.
        Bagi guru pemula, yang baru diangkat, ia perlu bimbingan berupa mentoring dari guru-guru senior yang berkualitas tinggi tanpa dipungut biaya. Dasar penggajian adalah masa kerja, dan tidak ada pangkat seperti di Indonesia. Jika guru mempunyai vak pilihan yang ternyata tidak ada peminatnya, maka ia harus pindah ke sekolah lain dengan bantuan kepala sekolah dan administrator kabupaten. Prinsip yang dipakai adalah tidak ada penggajian bagi yang tidak bekerja.
        NBPTS adalah organisasi nonpartisan, independen, dan nirlaba. Misinya adalah untuk menciptakan standar tinggi agar guru tahu dan dapat mengajar, mengembangkan, dan membawa anak didik dalam meningkatkan belajar di sekolah. Standar yang ditentukan ada 5 yaitu: (a)Guru harus committed kepada siswa dan pembelajarannya, (b)Guru tahu matei yang diajarkan dan tahu cara mengajarkannya, (c)Guru bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemantauan pembelajaran siswa, (d)Guru berfikir secara sistematik mengenai praktek dan belajar dari pengalamannya, dan (e)Guru adalah anggota masyarakat yang sedang belajar. Standar tersebut dikembangkan oleh sebuah panitia yang setelah bekerja dan berdiskusi mencapai kesepakatan tentang apa saja yang harus diketahui dan dikerjakan oleh guru di bidang vak mata pelajarannya.
        Sertifikasi seorang guru didasarkan atas berbagai mata pelajaran, misal seni, bahasa Inggris, matematik, musik, ilmu pengetahuan, sejarah, dan lain-lainnya. Masing-masing sertifikasi tingkat TK sampai SD dipisahkan dari tingkat SMU. Pemisahannya adalah anak berumur 3-8 tahun (early childhood), 7-12 tahun (middle childhood), 3-12 (early and middle childhood), 11-15 tahun (early adolescence), 14-18+ (adolescence and young adulthood).

Teknologi di sekolah
        Penggunaan teknologi di sekolah antara lain terdapat di Thomas Jefferson High School for Science and Technology yang dikepalai Ms. Elizabeth Lodel. Sekolah tersebut berlokasi di 6560 Braddock Road, Alexandria, Virginia 22312 dan mempunyai misi unik, yaitu: (a)memberikan program akademik guna menciptakan masyarakat berilmu dan berteknologi, sekaligus mengatasi masalah ekonomi, (b)menyediakan laboratorium guna menguji dan mengembangkan metode dan materi baru dalam inovasi dan reformasi kurikulum, (c)membantu pengembangan ide dan pemrograman melalui pengembangan diklat guru, pengayaan siswa K-12, dan jaringan kerja, dan (d)Menyajikan model untuk sektor swasta dan kerjasama pendidikan negeri.
        Sekolah ini termasuk yang terbaik tidak hanya di Virginia, namun di AS. Dari 25.000 pendaftar, hanya 400 orang yang diterima. Penerimaan didasarkan atas bakat dan interes di bidang biologi, fisika, matematika, ilmu komputer, dan bidang lain yang terkait. Siswa yang masuk adalah yang berbakat atau sangat bagus. Kurikulum ditekankan kepada sains dan teknologi. Jumlah kredit 26 unit terdiri dari bahasa Inggris (4), matematika (5), IPA (4), IPS (3), bahasa asing (3), penjaskes (2), riset teknologi IPA (2), ilmu komputer (1), Seni atau humanitas (1), dan tambahan matematika, IPA, teknologi, atau ilmu komputer (1). Laboratorium yang disediakan adalah: astronomi, analisis kimia, CAD (Computer Assisted Design), sistem komputer, sistem energi, industri otomotif dan robotik, bioteknologi, mikroelektronik, oceanografi dan geofisik, optik dan fisika modern, materi prototip dan mesin, dan video teknologi dan komunikasi.

Desain dan implementasi kurikulum
        Asisten Superintendent dari Fairfax County Public School, Dr. Nancy Sprague menjelaskan bahwa dewan sekolah berjumlah 12 orang dipilih untuk waktu 4 tahun. Ada seorang wakil murid dari organisasi sekolah yang dipilih untuk waktu 1 tahun. Ia ikut rapat dan berdiskusi dengan dewan sekolah, namun tidak mempunyai hak suara. Dewan sekolah menetapkan kebijakan sekolah dan membuat panduan guna memastikan kesesuaian administrasi program sekolah. Pekerjaan Asisten Superintendent meliputi: jasa fasilitas, jasa finansial, jasa umum, SDM, teknologi informasi, jasa instruksional, jasa siswa, dan pendidikan khusus.
        Sistem sekolah dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing terdiri dari 2 sampai 4 SMU dan SD serta SLTP yang ada di bawahnya. Program studi berisi instruksi program yang terdiri dari: (a)isi kurikulum dan pengetahuan serta ketrampilan untuk setiap kelas dan pelajaran, (b)sumber instruksional yang telah disetujui, (c)kegiatan penilaian, dan (d)sesuai dengan SOL (standard of learning). Persyaratan lulus adalah minimum 21 kredit, atau 23 kredit jika mengambil diploma.
PERANAN NEGARA BAGIAN DALAM PENDIDIKAN                      
gambar siswa sekolah di Amerika

        Thomas Jefferson High School for Science and Technology di 6560 Braddock Road, Alexandria, Virginia 22312 adalah sekolah terbaik di AS. Sekolah tersebut mempunyai misi unik, yaitu: (a) memberikan program akademik guna menciptakan masyarakat berilmu dan berteknologi, sekaligus mengatasi masalah ekonomi, (b) menyediakan laboratorium guna menguji dan mengembangkan metode dan materi baru dalam inovasi dan reformasi kurikulum, (c) membantu pengembangan ide dan pemrograman melalui pengembangan diklat guru, pengayaan siswa K-12, dan jaringan kerja, dan (d) menyajikan model untuk sektor swasta dan kerjasama pendidikan negeri.
Peranan negara bagian dalam pelaksanaan pendidikan
        Superintendent of Public Instruction pada Departemen Pendidikan  Negara Bagian  Virginia di Richmond, Dr. Jo Lynne DeMary, dan 3 orang Asisten Superintendent bidang Instruction (Dr. Patricia I. Wright), bidang Finance (Dr. Daniel S. Timberlake), serta bidang Teacher Education and Licensure (Dr. Thomas Elliott) menjelaskan tentang reformasi pendidikan.

        Maksud reformasi pendidikan di Virginia adalah untuk meyakinkan bahwa semua siswa dipersiapkan sukses di bidang ekonomi internasional, menyiapkan siswa untuk menjadi penduduk yang terinformasi dan bertanggung jawab di negara demokratis, dan untuk mengkomunikasikan agar orang tua dan masyarakat tahu cara sekolah mereka mencapai tujuan-tujuan tersebut. Komponen reformasi pendidikan tersebut terdiri dari 4 hal, yaitu standar, testing, akuntabilitas, dan pelaporan. Standar yang dipakai di semua sekolah dituangkan dalam SOL (Standards of Learning) yang berisi pernyataan tentang pengetahuan, proses, dan ketrampilan yang harus dimiliki siswa agar sukses, serta harapan yang jelas dan singkat tentang standar minimal yang harus diajarkan oleh guru dan yang harus dipelajari oleh siswa.

        Komponen kedua adalah testing, yaitu SOL test yang berisi beberapa item untuk menguji pengetahuan faktual, termasuk aplikasi pengetahuan tersebut dan ketrampilan berfikir secara kritis. Tes ini diberlakukan untuk semua murid kelas 3, 5 dan 8, serta murid yang menyelesaikan pelajaran kelas 12 di bidang matematika, IPA, bahasa Inggris, sejarah, dan IPS. Batas nilai kelulusan ditetapkan oleh panitia yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan perwakilan orang-orang bisnis.

        Komponen ketiga adalah akuntabilitas yaitu standar akreditasi SOA (Standards of Accreditation). Komponen keempat adalah pelaporan berupa kartu yang dikirimkan kepada masyarakat, termasuk di dalamnya informasi tentang keselamatan sekolah dan informasi tentang kehadiran dan jumlah dropout.

        Dana pendidikan tingkat SD dan SLTP dari negara bagian yang diperuntukkan 136 sekolah negeri dengan jumlah murid sekitar 1,1 juta sebesar $8 milyar atau sekitar 32% dari anggaran keseluruhan negara bagian. Ada tiga macam program pendidikan di Virginia, yaitu SOQ (standards of quality), incentive-based programs, dan categorical programs. SOQ berisi persyaratan program pendidikan minimal yang harus dimiliki sekolah negeri. Standar tersebut ditulis dalam Konstitusi Virginia, dan hanya dapat diubah oleh Dewan Sekolah dan DPR.

        SOQ termasuk pendanaan untuk keperluan dasar (transportasi, pelayanan kesehatan, guru pengganti, pengembangan staf, biaya operasi dan pemeliharaan, dan manajemen sistem informasi), pendidikan khusus seperti untuk anak cacad, pendidikan kejuruan, pendidikan pengayaan, pendidikan bagi anak berbakat. Incentive-based programs memberikan dana tambahan untuk pendidikan selain yang diperlukan untuk mencapai SOQ. Program ini bukan suatu keharusan, namun untuk mendapatkan dana dari negara bagian, sekolah harus membuktikan bahwa ada program khusus yang ditawarkan seperti program pendidikan teknologi.

        Categorical program juga menyediakan program pendidikan tambahan di luar SOQ yang memfokuskan pada kebutuhan khusus dari penduduk tertentu atau memenuhi keharusan tertentu dari negara  bagian, misal program pendidikan khusus untuk anak yang karena hal tertentu tidak dapat mendaftar di sekolah negeri, atau program yang mendukung pendidikan kejuruan dan pendidikan orang dewasa.

        Mengenai kualitas guru disebutkan bahwa diyakinkan melalui 3 tahap, yaitu persiapan, induksi, dan profesional. Dalam tahap pertama, ada 37 perguruan tinggi dan universitas di Virginia yang menawarkan program persiapan guru. Setiap lima tahun, guru dievaluasi oleh sebuah tim terlatih untuk memberikan akreditasi dengan melaporkan kepada Dewan Pendidikan apakah standar guru telah dipenuhi, yaitu menyelesaikan seni atau vak bidang IPA, menguasai metode mengajar, berpengalaman lapangan, dan penilaian profesionalisme untuk guru pemula. Tahap kedua berupa pemberian lisensi yang dikeluarkan oleh Dewan Sekolah. Selain kewajiban ikut mentoring, guru pemula selama 3 tahun harus menunjukkan kompetensi. Sedangkan tahap ketiga berupa pembaruan lisensi setiap 5 tahun sekali yang dilakukan oleh National Board for Professional Teaching Standards. Diakui bahwa di AS kekurangan guru yang disebabkan oleh: (1)pertambahan jumlah murid yang mendaftar, (2)pengecilan jumlah kelas, (3)dampak spesialisasi, (4)dampak ekonomi, misal daerah pinggiran yang kaya memiliki pendaftar lebih banyak, (5)sepertiga siswa di sekolah negeri adalah kulit berwarna, (kurang dari 10% yang menyiapkan diri sebagai guru adalah dari minoritas), dan (6)banyak guru yang berhenti sebelum masanya.
Post a Comment